Refleksi ICAD 2024: Perspektif Baru Seni Kontemporer Indonesia
Sabtu, 14 Desember 2024 - 16:47 WIB
Pengunjung juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pertumbuhan karya seni yang dipamerkan, memberikan pengalaman interaktif yang unik. Selain itu, ICAD 2024 menghadirkan program-program interaktif seperti lokakarya daur ulang, aktivitas pemotongan kertas, dan diskusi publik tentang isu sosial.
"Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bagaimana seni bisa berperan dalam menciptakan perubahan sosial," katanya.
Pameran tahun ini juga menampilkan keragaman seniman dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Flores, dan Sumatera Barat, serta karya-karya dari seniman internasional asal Kamboja, Thailand, dan Australia. Sebuah penampilan spesial dari seniman asal Borneo menyoroti perspektif masyarakat adat terhadap isu global, terutama dalam menjaga kelestarian alam.
ICAD 2024 juga memberikan penghormatan khusus kepada Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), pelopor seni grafis Indonesia. Sebuah museum mini bertema 'Bara Lalu, Menyala Kini' memamerkan karya-karya terbaiknya, mulai dari lukisan kaligrafi hingga eksplorasi objek 3D dan teknik menggunting pada kanvas yang menjadi ciri khasnya.
Selain pameran seni, ICAD 2024 menggelar Talks dan Public Lecture yang menghadirkan pembicara dari berbagai bidang untuk memperdalam diskusi tentang teknologi dan ekologi. "Kami ingin ICAD menjadi ruang dialog yang mempertemukan seni, teknologi, dan isu lingkungan dalam satu narasi yang utuh," kata Amanda.
"Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bagaimana seni bisa berperan dalam menciptakan perubahan sosial," katanya.
Pameran tahun ini juga menampilkan keragaman seniman dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa, Flores, dan Sumatera Barat, serta karya-karya dari seniman internasional asal Kamboja, Thailand, dan Australia. Sebuah penampilan spesial dari seniman asal Borneo menyoroti perspektif masyarakat adat terhadap isu global, terutama dalam menjaga kelestarian alam.
ICAD 2024 juga memberikan penghormatan khusus kepada Abdul Djalil Pirous (AD Pirous), pelopor seni grafis Indonesia. Sebuah museum mini bertema 'Bara Lalu, Menyala Kini' memamerkan karya-karya terbaiknya, mulai dari lukisan kaligrafi hingga eksplorasi objek 3D dan teknik menggunting pada kanvas yang menjadi ciri khasnya.
Selain pameran seni, ICAD 2024 menggelar Talks dan Public Lecture yang menghadirkan pembicara dari berbagai bidang untuk memperdalam diskusi tentang teknologi dan ekologi. "Kami ingin ICAD menjadi ruang dialog yang mempertemukan seni, teknologi, dan isu lingkungan dalam satu narasi yang utuh," kata Amanda.
Lihat Juga :