Pemerintah Percepat Penyaluran Bansos Bagi Masyarakat Terdampak Corona

Sabtu, 02 Mei 2020 - 19:22 WIB
Adapun mekanisme pengiriman bansos Presiden melibatkan PT Pos dan PT Pasar Tani. Kedua PT ini bertanggung jawab dalam pengiriman dari gudang ke titik drop point yang selanjutnya dibagikan ke para KPM oleh RT/RW setempat. Sejak 30 April 2020 untuk mempercepat proses penyaluran, di gudang Carrefour MT Haryono, anggota TNI juga dilibatkan untuk membantu proses memasukkan paket bansos dari gudang ke kendaraan yang akan mengangkut ke titik drop point.

Selanjutnya, pemberian bansos presiden ini tidak hanya paket sembako seperti saat ini, tapi akan ada juga paket beras saja yang disediakan oleh Bulog. ”Jadi pertama disalurkan paket sembako, kemudian paket beras dan yang ketiga disalurkan paket sembako lagi. Sedangkan yang keempat beras lagi dan dua sisa penyaluran terakhir berupa sembako lagi. Diharapkan hal ini akan mempermudah proses penyediaan barang dan mempercepat bantuan diterima masyarakat,” katanya.

Pada kunjungan sebelumnya, ditemui persoalan data penerima. Dia menekankan target penyaluran bansos presiden diutamakan untuk masyarakat terdampak dan belum menerima program nasional baik mereka yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun tidak. “Kalau memang masih ada yang merasa layak untuk mendapatkan bantuan karena memang dia butuh, prosedurnya bisa melapor RT/RW setempat. Dengan catatan harus melalui proses,” ucap Muhadjir.

Lebih lanjut, untuk memastikan penyaluran bansos presiden tersebut tepat sasaran, Muhadjir melakukan kunjungan lapangan ke RW 5 dan RW 6, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Diketahui penyaluran bansos daerah tersebut telah berjalan baik namun masih perlu perbaikan data untuk penyaluran bansos tahap berikutnya.

“Data akan terus kita sempurnakan. Pastikan bansos presiden ini diutamakan untuk mereka yang terdampak terlebih perhatikan untuk warga yang belum tercatat dalam DTKS, RT/RW/Kelurahan harus pastikan betul ketepatan sasarannya,” kata Muhadjir.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!