Bonus Demografi Jadi Potensi dan Tantangan bagi Pemangku Kepentingan Sektor Pekerja Migran

Rabu, 27 November 2024 - 08:48 WIB
Baca Juga: Bekali Calon Pekerja Migran dengan Bela Negara

"Ini menunjukkan peluang besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini sebagai 'golden period' pekerja migran. Oleh karena itu, periode emas ini harus dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan di pekerja migran dengan cermat untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif di pasar tenaga kerja global," ujarnya, dalam siaran pers, Selasa (26/11/2024).

Said menambahkan, saat ini adalah waktu keemasan kita. "Dunia membutuhkan tenaga kerja, sementara Indonesia memiliki potensi besar. Saatnya kita pintar memainkan peran ini untuk memaksimalkan peluang yang ada," katanya.

Komitmen ini juga selaras dengan program Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian P2MI, yang memprioritaskan penguatan pelindungan pekerja migran serta peningkatan devisa negara. Sebagai organisasi dengan anggota terbesar di Indonesia, Apjati bertekad mendukung upaya tersebut melalui peran aktif seluruh anggota dan pengurusnya.

"Indonesia berada di era peluang emas. Apjati akan memperluas pasar ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia. Dengan kolaborasi erat bersama pemerintah dan perwakilan RI, kita perjuangkan kuota lebih besar, sektor baru, dan payung bilateral yang membuka jalan bagi pekerja migran Indonesia. Kita tidak hanya bersaing, tapi bersaing secara sehat dan bermartabat, hingga tenaga kerja Indonesia dihormati di panggung global," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!