Bonus Demografi Jadi Potensi dan Tantangan bagi Pemangku Kepentingan Sektor Pekerja Migran

Rabu, 27 November 2024 - 08:48 WIB
Said Saleh Alwaini (kiri) terpilih sebagai Ketua Umum Apjati dalam Musyawarah Nasional (Munas) Apjati 2024 yang digelar di Jakarta, pekan lalu. Foto/Istimewa
JAKARTA - Bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia menjadi potensi dan tantangan bagi pemangku kepentingan sektor pekerja migran . Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) 2024-2029 Said Saleh Alwaini.

Diketahui, Said terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) Apjati 2024 yang digelar di Jakarta, pekan lalu. Munas dihadiri dan dibuka oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Zulfikar Ahmad Tawalla dan Christina Aryani, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan.



Dalam pidato pelantikannya, Said Alwaini mengatakan, Indonesia tengah menghadapi bonus demografi, dengan tambahan 9 juta usia produktif dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, ini potensi luar biasa, tapi bisa menjadi tantangan serius jika tidak dikelola dengan baik.

Dia lalu membandingkan dengan Filipina, dengan populasi 116 juta, berhasil mengirim 10 juta pekerja migran. Sementara Indonesia, dengan jumlah penduduk dua kali lipat lebih dari Filipina, baru mencapai 4,5 juta pekerja migran Indonesia (PMI).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!