Prabowo Subianto Disarankan Adopsi Budaya Sisu untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 15:40 WIB
”Maka retrospeksi atas fakta masa lalu, nampaknya menjadi komitmen Pemerintahan baru, presiden terpilih Prabowo Subianto, melalui tekadnya mewujudkan swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun ke depan, yakni maksimum di 2029,” ujarnya.

Involusi atau kemunduran akut sektor pangan dan pertanian yang berlangsung selama beberapa dekade terakhir, ditunjukkan dengan semakin rendahnya minat generasi muda bergerak di sektor agraris, importasi pangan yang semakin tinggi serta masih mendominasinya kelompok masyarakat berkategori miskin bersumber dari profesi petani dan nelayan.

“Selain itu budaya pangan lokal telah bergeser pada selera asing, terutama di kalangan muda yang menampakkan rentannya political gastronomy kita,” ucapnya.

Memastikan lahirnya patriot-patriot pangan yang keberadaan dan eksistensinya direkontruksi oleh sistem yang terintegrasi, mutlak perlu dilakukan pemerintah yang akan datang. Alih-alih swasembada, jangan sampai meminggirkan petani atau nelayan tradisional dan minat generasi muda akibat kebijakan kooptasi, semata-mata pro koorporasi besar. Kesejahteraan rakyat, dalam hal ini petani dan nelayan adalah pilar utama kesuksesan swasembada yang dalam jangka panjang diartikan sebagai kedaulatan pangan.

Berbagai kendala dan kemustahilan yang mungkin muncul dalam wacana penguatan sektor pangan dan pertanian perlu diterobos melalui ide-ide atau konseptual yang mengakar pada budaya lokal dan kekuatan sumber daya nasional secara detil dan komprehensif.

”Kegigihan dalam budaya Sisu, dapat dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh memenuhi kebutuhan pangan lokal yang berkualitas dan konsisten untuk sekaligus mencetak generasi masa depan yang sehat dan cerdas serta mensejahterakan petani dan nelayan Indonesia sebagaimana mestinya dengan mengoptimalkan kekuatan domestik, agar kesuksesan hakiki bukan sekedar mimpi,” pungkas Dina yang juga alumnus Doktoral Strategi Pertahanan Unhan RI.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!