Isu Hari Tani Ditunggangi Kepentingan Elite, Pengamat: Masyarakat Jenuh Disuguhi Kegaduhan

Sabtu, 21 September 2024 - 11:13 WIB
Peringatan HTN yang rencananya digelar pada 24 September 2024 oleh sejumlah elemen buruh dan tani mendapat sorotan tajam. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang rencananya digelar pada 24 September 2024 oleh sejumlah elemen buruh dan tani mendapat sorotan tajam. Termasuk isu provokatif dengan menuntut tangkap dan adili Jokowi.

Peneliti dan pengamat dari Centre for Islamic and Ethnic Studies (CIE) Muhammad Chaerul menyebut, gerakan ini semakin jauh dari esensi perjuangan kesejahteraan petani . Menurutnya, aksi tersebut telah bergeser ke ranah politik yang justru membosankan dan merugikan para petani. Baca juga: Kementan Komitmen Dampingi Petani Hadapi Serangan OPT



“Yang diperjuangkan dalam aksi ini seharusnya menyentuh kebutuhan mendasar petani , seperti akses terhadap lahan, harga pangan, dan kesejahteraan mereka. Namun sayangnya, isu yang diangkat lebih kepada kepentingan politik. Ini semakin membingungkan dan bahkan menimbulkan kejenuhan di kalangan petani,” kata Chaerul kepada wartawan, Jumat (13/9/2024).

Chaerul menilai, gerakan semacam ini tidak murni memperjuangkan hak-hak petani, melainkan menyisipkan agenda politik terselubung. Ia juga menyoroti dampak negatif aksi tersebut terhadap masyarakat umum, terutama pengguna jalan yang terganggu oleh kemacetan akibat demonstrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!