IDAI Anjurkan Anak Tidak Keluar Rumah Selama Situasi COVID-19 Belum Penuhi Kriteria WHO
Kamis, 27 Agustus 2020 - 14:48 WIB
IDAI melalui Satuan Tugas COVID-19 IDAI, dr Yogi Prawira merekomendasikan anak-anak untuk tidak keluar rumah selama situasi pandemi COVID-19 di Indonesia belum memenuhi kriteria epidemiologi dari WHO. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Satuan Tugas COVID-19 IDAI, dr Yogi Prawira merekomendasikan anak-anak untuk tidak keluar rumah selama situasi pandemi COVID-19 di Indonesia belum memenuhi kriteria epidemiologi dari World Health Organization (WHO).
“Kita rekomendasikan anak untuk tidak keluar rumah selama situasi COVID-19 Indonesia itu belum memenuhi kriteria epidemiologi WHO,” ungkap Yogi dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: Hanafi Rais Mundur dari DPR sejak Mei, Ini Alasan PAN Belum Lakukan PAW)
Bahkan, Yogi pun menganjurkan untuk tidak dilaksanakan tatap muka di sekolah sampai transmisi lokal penyebaran COVID-19 di daerah teratasi. “Termasuk kegiatan tatap muka di sekolah sampai di daerah tersebut sudah dianggap transmisi lokalnya bisa diatasi,” tegasnya.
Yogi mengatakan anak-anak bisa keluar rumah dikarenakan kebutuhan mendesak seperti ke rumah sakit atau vaksinasi. Namun, ia menyarankan anak-anak di bawah 2 tahun menghindari pemakaian masker.
“Kita rekomendasikan anak untuk tidak keluar rumah selama situasi COVID-19 Indonesia itu belum memenuhi kriteria epidemiologi WHO,” ungkap Yogi dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (27/8/2020). (Baca juga: Hanafi Rais Mundur dari DPR sejak Mei, Ini Alasan PAN Belum Lakukan PAW)
Bahkan, Yogi pun menganjurkan untuk tidak dilaksanakan tatap muka di sekolah sampai transmisi lokal penyebaran COVID-19 di daerah teratasi. “Termasuk kegiatan tatap muka di sekolah sampai di daerah tersebut sudah dianggap transmisi lokalnya bisa diatasi,” tegasnya.
Yogi mengatakan anak-anak bisa keluar rumah dikarenakan kebutuhan mendesak seperti ke rumah sakit atau vaksinasi. Namun, ia menyarankan anak-anak di bawah 2 tahun menghindari pemakaian masker.
Lihat Juga :