Generasi Muda Diingatkan Pegang Teguh Nilai Pancasila
Rabu, 11 September 2024 - 15:30 WIB
Pengajar tetap FHUI dan pendiri Puska HP FHUI, Kris Wijoyo Soepandji dalam peringatan 100 tahun Pendidikan Tinggi Hukum Indonesia dan se-Abad Dies Natalis FHUI, di Kampus UI, Depok. Foto/Ist
JAKARTA - Generasi muda diingatkan untuk memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Hal ini mengingat kondisi sekarang yang penuh dengan tantangan global dan memerlukan prinsip yang kuat bagi generasi muda.
Pandangan ini disampaikan oleh pengajar tetap Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan pendiri Pusat Kajian Hukum dan Pancasila (Puska HP FHUI), Kris Wijoyo Soepandji dalam peringatan 100 tahun Pendidikan Tinggi Hukum Indonesia dan se-Abad Dies Natalis FHUI, di Kampus UI, Depok.
Soepandji mengambil contoh konsep kerakyatan Indonesia yang harus dipimpin hikmat kebijaksanaan. Hal ini menurutnya, merupakan wujud keyakinan spiritual utuh pada Tuhan yang Maha Esa. Ini bersifat tetap dan selalu tunggal dengan jiwa bangsa Indonesia.
"Implikasinya terdapat pada kepemimpinan nasional Indonesia yang harus mengkonsolidasikan secara lahir-batin segenap sumber daya nasional. Sehingga membawa transformasi positif bagi bangsa," kata Soepandji, Rabu (11/9/2024).
Lebih lanjut Soepandji menyoroti, tingginya dinamika geopolitik saat ini. Hal ini ditandai ketegangan di berbagai belahan dunia akibat berbagai faktor seperti perang dan perubahan iklim, ketidakpastian perekonomian dunia serta dinamika politik dalam negeri.
Pandangan ini disampaikan oleh pengajar tetap Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan pendiri Pusat Kajian Hukum dan Pancasila (Puska HP FHUI), Kris Wijoyo Soepandji dalam peringatan 100 tahun Pendidikan Tinggi Hukum Indonesia dan se-Abad Dies Natalis FHUI, di Kampus UI, Depok.
Soepandji mengambil contoh konsep kerakyatan Indonesia yang harus dipimpin hikmat kebijaksanaan. Hal ini menurutnya, merupakan wujud keyakinan spiritual utuh pada Tuhan yang Maha Esa. Ini bersifat tetap dan selalu tunggal dengan jiwa bangsa Indonesia.
"Implikasinya terdapat pada kepemimpinan nasional Indonesia yang harus mengkonsolidasikan secara lahir-batin segenap sumber daya nasional. Sehingga membawa transformasi positif bagi bangsa," kata Soepandji, Rabu (11/9/2024).
Lebih lanjut Soepandji menyoroti, tingginya dinamika geopolitik saat ini. Hal ini ditandai ketegangan di berbagai belahan dunia akibat berbagai faktor seperti perang dan perubahan iklim, ketidakpastian perekonomian dunia serta dinamika politik dalam negeri.
Lihat Juga :