Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan melalui Inisiatif Daur Ulang Limbah Plastik
Minggu, 08 September 2024 - 07:21 WIB
Untuk mengatasi ini, PT Amandina Bumi Nusantara (Amandina) mengedepankan prinsip daur ulang dan telah menjalankan proyek Recycled PET Close Loops Value Chain. Proyek ini berfokus pada daur ulang limbah botol plastik menjadi botol yang aman digunakan untuk kemasan.
Amandina menggunakan bahan baku yang bertanggung jawab dan tidak sampai ke alam untuk memproduksi botol plastik PET daur ulang (rPET) dengan kualitas terbaik. Pihaknya juga bekerja sama dengan UMKM yang tersebar di Indonesia, yang berperan sebagai pusat pengumpulan untuk mengumpulkan dan menyuplai limbah botol plastik.
Pada saat yang sama, Amandina dibantu organisasi nirlaba Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija) untuk memastikan pasokan bahan baku ke Amandina serta mendukung komunitas setempat, utamanya para Pahlawan Daur Ulang.
Pihaknya menggunakan mesin berteknologi tinggi dalam proses produksi yang dirancang dan dibangun sesuai standar internasional dan kepatuhan regulasi di Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan negara lainnya.
Proses produksi memiliki tiga fasilitas utama yakni penyortiran, penggilingan dan pencucian, serta peletisasi dan sterilisasi yang memastikan semua produk diproses sesuai standar ini dan aman digunakan untuk kemasan makanan dan minuman dengan hasil hingga 85%.
Amandina menggunakan bahan baku yang bertanggung jawab dan tidak sampai ke alam untuk memproduksi botol plastik PET daur ulang (rPET) dengan kualitas terbaik. Pihaknya juga bekerja sama dengan UMKM yang tersebar di Indonesia, yang berperan sebagai pusat pengumpulan untuk mengumpulkan dan menyuplai limbah botol plastik.
Pada saat yang sama, Amandina dibantu organisasi nirlaba Yayasan Mahija Parahita Nusantara (Mahija) untuk memastikan pasokan bahan baku ke Amandina serta mendukung komunitas setempat, utamanya para Pahlawan Daur Ulang.
Pihaknya menggunakan mesin berteknologi tinggi dalam proses produksi yang dirancang dan dibangun sesuai standar internasional dan kepatuhan regulasi di Asia, Eropa, Amerika Serikat, dan negara lainnya.
Proses produksi memiliki tiga fasilitas utama yakni penyortiran, penggilingan dan pencucian, serta peletisasi dan sterilisasi yang memastikan semua produk diproses sesuai standar ini dan aman digunakan untuk kemasan makanan dan minuman dengan hasil hingga 85%.
Lihat Juga :