Mewujudkan Keberlanjutan Lingkungan melalui Inisiatif Daur Ulang Limbah Plastik

Minggu, 08 September 2024 - 07:21 WIB
Amandina meraih Indonesia Technology Excellence Award 2024 dalam kategori ESG Tech-Layanan Lingkungan. Foto: Ist
JAKARTA - Plastik telah menjadi kebutuhan bagi sebagian besar orang di dunia terlepas dari berbagai dampak yang ditimbulkannya. Pemanfaatan plastik dalam industri kemasan makanan dan minuman terus meningkat mengingat kemasan plastik mudah diproduksi.

Dibandingkan jenis limbah lainnya, plastik merupakan jenis limbah anorganik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai, sekitar 20 hingga 500 tahun. Jika tidak terurai dengan baik, limbah ini akan menghasilkan bakteri kecil, mikroplastik, senyawa kimia, dan logam berat yang berbahaya, beracun, serta dapat mencemari tanah. Jika limbah plastik berakhir di laut, hal ini juga dapat membahayakan ekosistem di sana.



Baca juga: KLHK Dorong Praktik Bisnis Berkelanjutan Melalui Daur Ulang Plastik

Laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia menunjukkan total limbah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton dan sekitar 11,6 juta ton atau 17% dari total tersebut adalah limbah plastik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!