MUI Tak Permasalahkan Tayangan Azan Magrib TV Diganti Running Text saat Misa Paus

Rabu, 04 September 2024 - 12:39 WIB
Niam pun memahami kebijakan ini sebagai penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah umat Kristiani. "Konteksnya bukan karena Paus Fransiskus datang juga azan diganti. Tetapi karena ada pelaksanaan ibadah misa secara live yang diikuti jemaat melalui TV secara live dan jika terjeda akan mengganggu ibadah," ungkap Guru Besar Ilmu Fiqih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Dalam contoh yang lebih sederhana, dia mengibaratkan dengan siaran bola live yang waktunya berbarengan dengan azan, maka azannya juga akan diganti dengan running text. "Tidak ada masalah, ini soal kearifan lokal saja," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menyampaikan, bahwa azan di TV itu bersifat rekaman elektronik. Umat Islam tidak perlu risih dan tidak perlu timbul salah paham.

"Itu azan elektronik. Jadi bukan suara azan di masjid yang dihentikan. Azan yang sebenarnya di masjid-masjid tetap berkumandang sebagai penanda waktu salat dan ajakan salat yang sesungguhnya,” kata Kiai Cholil.

Jadi, dia mengatakan apa yang diimbau pemerintah kepada stasiun tidak masalah. "Tidak apa-apa. Saya setuju azan di TV diganti running text demi menghormati saudara-saudara kita umat Katolik yang sedang misa," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!