Nasib Uighur Dinilai Masih Butuh Perhatian Publik Dunia

Selasa, 30 Juli 2024 - 13:10 WIB
Baca juga: Uighur dalam Kerangka Separatisme dan Gerakan Politik

Sejak tahun 2014, Partai Komunis China telah meluncurkan kebijakan yang bertujuan untuk menghapus budaya, agama, dan identitas etnis Uighur di Turkistan Timur.

Baru-baru ini, sebuah laporan Human Rights Watch pada Januari 2024 menyatakan,peraturan yang direvisi pemerintah Tiongkok di wilayah Xinjiang memperketat kontrol atas praktik keagamaan Muslim Uighur dan merupakan upaya terbaru untuk menekan budaya dan ideologi Uighur.

"Kami berharap ini berfungsi sebagai sumber daya penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendapatkan dukungan untuk menghentikan genosida yang sedang berlangsung ini," ujar Abdulhakim.

Pada tahun 2017, otoritas China melancarkan kampanye keras, menahan jutaan orang Uighur dan etnis Turkik lainnya dengan berbagai alasan di kamp-kamp konsentrasi. Mereka dipaksa untuk meninggalkan iman dan identitas budaya mereka serta menerima indoktrinasi politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!