Pusat Data Nasional Kena Serangan Siber, DPR Dorong Reformasi BSSN
Selasa, 25 Juni 2024 - 12:39 WIB
"BSSN sebagai pengawal keamanan PDN dan Kemenkominfo sebagai pengelola PDN harus bertanggung jawab atas kelalaian ini. Ini potensi kebocoran data warga negara seluruh Indonesia, tidak bisa dianggap enteng," kata Hasanuddin.
Atas kejadian itu, ia menilai reformasi BSSN perlu dilakukan. Hal itu berkaca dari sejarah BSSN yang semula Lembaga Sandi Negara yang dulu personelnya didominasi oleh tentara dan polisi karena fokusnya pada persandian (intelijen).
"Namun sekarang, tuntutan untuk BSSN lebih besar pada keamanan siber dan oleh karena itu, BSSN harus diisi oleh para pakar IT, professional IT, dan talenta-talenta muda Indonesia yang cerdas di sektor keamanan siber," katanya.
"Kalau jajaran SDM di BSSN masih menjalankan pola seperti Lemsaneg maka anggaran sebesar apa pun yang digelontorkan akan menjadi percuma karena masih menggunakan paradigma lama yang sudah out of date," tandasnya.
Atas kejadian itu, ia menilai reformasi BSSN perlu dilakukan. Hal itu berkaca dari sejarah BSSN yang semula Lembaga Sandi Negara yang dulu personelnya didominasi oleh tentara dan polisi karena fokusnya pada persandian (intelijen).
"Namun sekarang, tuntutan untuk BSSN lebih besar pada keamanan siber dan oleh karena itu, BSSN harus diisi oleh para pakar IT, professional IT, dan talenta-talenta muda Indonesia yang cerdas di sektor keamanan siber," katanya.
"Kalau jajaran SDM di BSSN masih menjalankan pola seperti Lemsaneg maka anggaran sebesar apa pun yang digelontorkan akan menjadi percuma karena masih menggunakan paradigma lama yang sudah out of date," tandasnya.
(abd)
Lihat Juga :