Tak Ingin Solo Jadi Ajang Coba-Coba, PKS Siapkan Lawan Gibran
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 13:56 WIB
Sugeng mengungkapkan, publik pun bertanya-tanya kenapa yang dimunculkan dan mendapatkan rekomendasi dari PDIP adalah relatif pendatang baru. Karena, kata dia, Gibran selama ini sama sekali tidak dikenal di jagat perpolitikan Kota Solo.
"Tiba-tiba muncul, tiba-tiba jadi calon orang nomor satu di kota Surakarta. Ini kan publik berhak mengkritisi itu. Termasuk dalam hal ini PKS. PKS tentu tidak berharap bahwa kepemimpinan Solo ke depan ini dijadikan sebagai coba-coba, dijadikan sebagai ajang latihan," katanya.
Dia mengatakan, PKS ingin pemimpin Kota Solo adalah mereka yang sudah berpengalaman, teruji dan kemudian mendedikasikan semua pengalaman dan kemampuannya itu untuk memecahkan persoalan-persoalan kota untuk menjadi dan membawa kota Surakarta ke depan semakin maju atau moncer.(Baca juga: Silaturahmi ke PAN, Gibran: Bangun Sebuah Negara Mulai dari Solo Dulu )
"Nah apa iya kita bisa berharap lebih kepada pendatang baru, new comer yang kita semua belum tahu pengalamannya dalam hal pengelolaan kota yang tidak sederhana mengelola kota Surakarta ini. Makanya, di PKS, di Solo ini sekarang ini kan kami sedang mencoba mencari kapal nih, membuat kapal koalisi yang memungkinkan nanti kita punya lawan tanding yang memadai untuk Gibran," katanya.
Sebab, kata dia, PKS hanya memiliki lima kursi DPRD kota Solo. Sementara untuk mengajukan calon wali kota, kata dia, minimal sembilan kursi. "Maka PKS butuh 4 kursi lagi untuk bisa mengajukan calon. Nah empat ini yang sedang kita kejar dan uniknya Pilkada di Solo itu memang peristiwanya di Solo tapi rasanya rasa nasional. Kenapa begitu? Karena yang memantau partai-partai non PDIP non PKS, ini day to day itu langsung dari pimpinan pusatnya," katanya.
"Tiba-tiba muncul, tiba-tiba jadi calon orang nomor satu di kota Surakarta. Ini kan publik berhak mengkritisi itu. Termasuk dalam hal ini PKS. PKS tentu tidak berharap bahwa kepemimpinan Solo ke depan ini dijadikan sebagai coba-coba, dijadikan sebagai ajang latihan," katanya.
Dia mengatakan, PKS ingin pemimpin Kota Solo adalah mereka yang sudah berpengalaman, teruji dan kemudian mendedikasikan semua pengalaman dan kemampuannya itu untuk memecahkan persoalan-persoalan kota untuk menjadi dan membawa kota Surakarta ke depan semakin maju atau moncer.(Baca juga: Silaturahmi ke PAN, Gibran: Bangun Sebuah Negara Mulai dari Solo Dulu )
"Nah apa iya kita bisa berharap lebih kepada pendatang baru, new comer yang kita semua belum tahu pengalamannya dalam hal pengelolaan kota yang tidak sederhana mengelola kota Surakarta ini. Makanya, di PKS, di Solo ini sekarang ini kan kami sedang mencoba mencari kapal nih, membuat kapal koalisi yang memungkinkan nanti kita punya lawan tanding yang memadai untuk Gibran," katanya.
Sebab, kata dia, PKS hanya memiliki lima kursi DPRD kota Solo. Sementara untuk mengajukan calon wali kota, kata dia, minimal sembilan kursi. "Maka PKS butuh 4 kursi lagi untuk bisa mengajukan calon. Nah empat ini yang sedang kita kejar dan uniknya Pilkada di Solo itu memang peristiwanya di Solo tapi rasanya rasa nasional. Kenapa begitu? Karena yang memantau partai-partai non PDIP non PKS, ini day to day itu langsung dari pimpinan pusatnya," katanya.
Lihat Juga :