Ketua YLBHI: Cara Kerja Buzzer Merusak Demokrasi
Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:45 WIB
Masalah lain dari influencer ini membuat masyarakat menjadi tidak bisa membedakan mana pendapat pribadi dan iklan. Ini berbeda dengan iklan di media massa yang selalu menunjukan mana berita dan iklan.
Pemisahan mana iklan, pesanan, dan suara masyarakat asli sulit untuk ditemukan karena keberadaan buzzer. Asfinawati kembali menegaskan demokrasi adalah suara rakyat. Sementara itu, bot yang biasanya digunakan di medsos, terutama twitter, itu bukan suara rakyat.
"Mesin tidak masuk ke ruang pemilihan. Tidak memilih Pak Jokowi dan anggota DPR, yang memilih itu rakyat. Dalam proses demokrasi (sekarang), suara mesin lebih berkuasa dari suara rakyat," katanya.(Baca juga: Rizal Ramli : Mana Bisa Masalah Bangsa Diselesaikan dengan Buzzer )
Suara rakyat akan hilang karena kebisingan buzzer. Asfinawati menjelaskan masyarakat itu setiap hari harus berkegiatan, entah bekerja atau bertani. Maka, akan semakin sulit melawan buzzer apalagi mereka di orkestra oleh profesional. "Cara kerjanya merusak demokrasi dan memanipulasi fakta," katanya.
Pemisahan mana iklan, pesanan, dan suara masyarakat asli sulit untuk ditemukan karena keberadaan buzzer. Asfinawati kembali menegaskan demokrasi adalah suara rakyat. Sementara itu, bot yang biasanya digunakan di medsos, terutama twitter, itu bukan suara rakyat.
"Mesin tidak masuk ke ruang pemilihan. Tidak memilih Pak Jokowi dan anggota DPR, yang memilih itu rakyat. Dalam proses demokrasi (sekarang), suara mesin lebih berkuasa dari suara rakyat," katanya.(Baca juga: Rizal Ramli : Mana Bisa Masalah Bangsa Diselesaikan dengan Buzzer )
Suara rakyat akan hilang karena kebisingan buzzer. Asfinawati menjelaskan masyarakat itu setiap hari harus berkegiatan, entah bekerja atau bertani. Maka, akan semakin sulit melawan buzzer apalagi mereka di orkestra oleh profesional. "Cara kerjanya merusak demokrasi dan memanipulasi fakta," katanya.
(abd)
Lihat Juga :