Menag: Jadikan Hari Raya Tri Suci Waisak Momentum Rajut Kerukunan Pascapemilu
Kamis, 23 Mei 2024 - 06:18 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 kepada umat Buddha di seluruh Indonesia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 kepada umat Buddha di seluruh Indonesia.
Pria yang akrab disapa Gus Men itu pun mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan Waisak sebagai momentum merajut kerukunan setelah beragam dinamika kehidupan sosial yang terjadi pascapemilihan umum (pemilu).
“Mari jadikan Waisak 2568 BE sebagai momentum merajut kembali kerukunan pascapemilu, setelah dinamika pemilihan presiden dan legislatif,” katanya Kamis (23/5/2024).
Baca juga: 23 Ucapan Hari Raya Waisak, Menyentuh dan Penuh Makna
Saat ini waktu yang tepat menjalin sinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa ke depan. Gus Men mengapresiasi tema peringatan Waisak 2568 BE yakni "Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia."
Tema peringatan ini sangat relevan dengan konteks bangsa saat ini. Kesadaran bahwa bangsa ini kaya akan keragaman, sangat penting untuk merawat harmoni dan kerukunan. “Sebab, kerukunan adalah pra syarat pembangunan,” tagas Gus Men.
Pria yang akrab disapa Gus Men itu pun mengajak seluruh umat Buddha untuk menjadikan Waisak sebagai momentum merajut kerukunan setelah beragam dinamika kehidupan sosial yang terjadi pascapemilihan umum (pemilu).
“Mari jadikan Waisak 2568 BE sebagai momentum merajut kembali kerukunan pascapemilu, setelah dinamika pemilihan presiden dan legislatif,” katanya Kamis (23/5/2024).
Baca juga: 23 Ucapan Hari Raya Waisak, Menyentuh dan Penuh Makna
Saat ini waktu yang tepat menjalin sinergi untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan bangsa ke depan. Gus Men mengapresiasi tema peringatan Waisak 2568 BE yakni "Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia."
Tema peringatan ini sangat relevan dengan konteks bangsa saat ini. Kesadaran bahwa bangsa ini kaya akan keragaman, sangat penting untuk merawat harmoni dan kerukunan. “Sebab, kerukunan adalah pra syarat pembangunan,” tagas Gus Men.
Lihat Juga :