Kuatkan Sistem Keselamatan Kerja, Perusahaan Nikel Adopsi SMK3
Selasa, 21 Mei 2024 - 18:53 WIB
Setiap perusahaan harus mengutamakan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang efektif sesuai kepatuhan dan keselamatan. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Menjaga sistem keselamatan kerja , perusahaan nikel PT GNI mengadopsi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang efektif sesuai kepatuhan dan keselamatan.
Perusahaan smelter nikel yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah ini telah mengadakan audit eksternal SMK3 yang diselenggarakan lembaga audit yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), beberapa waktu lalu.
Baca juga: Utamakan Keselamatan Kerja, PAMA Peringati Bulan K3 Nasional 2024
Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo mengatakan, kegiatan audit SMK3 membantu perusahaan untuk memastikan standar keselamatan kerja yang berlaku telah diterapkan dan berfungsi dengan baik.
Melalui proses ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di semua tingkatan perusahaan.
“Audit ini bertujuan mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin terjadi dalam lingkungan kerja. Hal ini untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di perusahaan. Kegiatan ini juga dapat mendorong budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja di mana setiap individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan kerja aman,” ujar Mellysa, Selasa (21/5/2024).
Perusahaan smelter nikel yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah ini telah mengadakan audit eksternal SMK3 yang diselenggarakan lembaga audit yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), beberapa waktu lalu.
Baca juga: Utamakan Keselamatan Kerja, PAMA Peringati Bulan K3 Nasional 2024
Head of Corporate Communication PT GNI Mellysa Tanoyo mengatakan, kegiatan audit SMK3 membantu perusahaan untuk memastikan standar keselamatan kerja yang berlaku telah diterapkan dan berfungsi dengan baik.
Melalui proses ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di semua tingkatan perusahaan.
“Audit ini bertujuan mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin terjadi dalam lingkungan kerja. Hal ini untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di perusahaan. Kegiatan ini juga dapat mendorong budaya keselamatan yang kuat di tempat kerja di mana setiap individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan kerja aman,” ujar Mellysa, Selasa (21/5/2024).
Lihat Juga :