Komitmen Pemerintah Perhatikan Nasib Petani Karet
Selasa, 14 Mei 2024 - 20:06 WIB
Moeldoko yang juga selaku Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bekerja sama dengan PT Mercu BioTech Nusantara untuk penggunaan teknologi mercu tap system.
Teknologi ini dapat menambah produktivitas karet hingga 300 persen. Selain itu, pemanfaatan teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam segala cuaca, termasuk dalam cuaca dengan curah hujan cukup tinggi.
"Saya yakin riset dan teknologi ini dapat membawa perubahan positif untuk para petani karet, hasilnya petani karet bisa segera kaya," ungkapnya.
Moeldoko berharap, dengan dilaksanakannya pilot project penerapan teknologi mercu tap system di Tulang Bawang Barat, Lampung ini dapat meningkatkan efektifitas serta efisiensi waktu produktivitas petani dan juga turut meningkatkan kesejahteraan para petani karet tidak hanya di Lampung tapi juga di wilayah lainnya.
"Nanti setelah hasilnya baik, petani jangan sampai salah jalan. Hasilnya untuk memperbaiki kondisi pertaniannya, yang tadinya tidak bisa beli pupuk, segera belikan," tegas Moeldoko.
Dalam kesempatan tersebut, Dato Sri Ahmad Sukimi, CEO Mercu BioTech Nusantara mengatakan, alasannya memilih Indonesia dalam penerapan teknologi ini dikarenakan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia di masa depan sangat besar, dan juga luas lahan karet di Indonesia termasuk kedua terbesar di dunia.
Teknologi ini dapat menambah produktivitas karet hingga 300 persen. Selain itu, pemanfaatan teknologi tersebut juga dapat digunakan dalam segala cuaca, termasuk dalam cuaca dengan curah hujan cukup tinggi.
"Saya yakin riset dan teknologi ini dapat membawa perubahan positif untuk para petani karet, hasilnya petani karet bisa segera kaya," ungkapnya.
Moeldoko berharap, dengan dilaksanakannya pilot project penerapan teknologi mercu tap system di Tulang Bawang Barat, Lampung ini dapat meningkatkan efektifitas serta efisiensi waktu produktivitas petani dan juga turut meningkatkan kesejahteraan para petani karet tidak hanya di Lampung tapi juga di wilayah lainnya.
"Nanti setelah hasilnya baik, petani jangan sampai salah jalan. Hasilnya untuk memperbaiki kondisi pertaniannya, yang tadinya tidak bisa beli pupuk, segera belikan," tegas Moeldoko.
Dalam kesempatan tersebut, Dato Sri Ahmad Sukimi, CEO Mercu BioTech Nusantara mengatakan, alasannya memilih Indonesia dalam penerapan teknologi ini dikarenakan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia di masa depan sangat besar, dan juga luas lahan karet di Indonesia termasuk kedua terbesar di dunia.
Lihat Juga :