Dukung Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Apkarindo: Bapak Pembangunan Karet Rakyat
Kamis, 06 November 2025 - 22:16 WIB
loading...
Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) mendukung Presiden ke-2 RI Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) mendukung Presiden ke-2 RI Soeharto diberi gelar Pahlawan Nasional. Apkarindo mengungkapkan jasa dan kontribusi Soeharto dalam membangun sektor perkebunan rakyat, khususnya petani karet Indonesia.
Ketua Umum Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Presiden Soeharto telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi rakyat berbasis perkebunan. “Di era Soeharto, sektor karet rakyat tumbuh pesat dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
“Indonesia saat itu tercatat sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia — dan hingga kini tetap berada di peringkat kedua global setelah Thailand. Lebih dari 80 persen produksi nasional berasal dari petani rakyat,” sambungnya.
Irfan menjelaskan bahwa berbagai program strategis seperti Peremajaan Perkebunan Rakyat (PRPTE) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) berhasil mengubah wajah ekonomi pedesaan. “Jutaan keluarga petani mendapat akses bibit unggul, teknologi sadap hemat, jalan produksi, dan akses pasar. Banyak daerah seperti Jambi, Musi Banyuasin, dan Kalimantan Barat berkembang karena kebijakan Soeharto yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Apkarindo Adi Purnama menilai bahwa penghargaan Pahlawan Nasional untuk Soeharto bukan sekadar penilaian politik, tetapi pengakuan terhadap warisan pembangunan ekonomi rakyat. Pada masa pemerintahan Soeharto, kata dia, karet menjadi komoditas strategis nonmigas yang menopang devisa negara.
Ketua Umum Apkarindo Irfan Ahmad Fauzi menegaskan bahwa Presiden Soeharto telah meletakkan fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi rakyat berbasis perkebunan. “Di era Soeharto, sektor karet rakyat tumbuh pesat dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
“Indonesia saat itu tercatat sebagai salah satu produsen karet alam terbesar dunia — dan hingga kini tetap berada di peringkat kedua global setelah Thailand. Lebih dari 80 persen produksi nasional berasal dari petani rakyat,” sambungnya.
Irfan menjelaskan bahwa berbagai program strategis seperti Peremajaan Perkebunan Rakyat (PRPTE) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) berhasil mengubah wajah ekonomi pedesaan. “Jutaan keluarga petani mendapat akses bibit unggul, teknologi sadap hemat, jalan produksi, dan akses pasar. Banyak daerah seperti Jambi, Musi Banyuasin, dan Kalimantan Barat berkembang karena kebijakan Soeharto yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal Apkarindo Adi Purnama menilai bahwa penghargaan Pahlawan Nasional untuk Soeharto bukan sekadar penilaian politik, tetapi pengakuan terhadap warisan pembangunan ekonomi rakyat. Pada masa pemerintahan Soeharto, kata dia, karet menjadi komoditas strategis nonmigas yang menopang devisa negara.
Lihat Juga :