Stunting Cuma Turun 0,1 Persen, Legislator PKS Prihatin

Jum'at, 10 Mei 2024 - 22:57 WIB
Sekadar informasi, pada 2022 telah dialokasikan dana sebesar Rp44,8 triliun, terdiri dari alokasi yang masuk ke 17 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah termasuk melalui DAK Fisik dan DAK nonfisik. Sementara alokasi anggaran stunting pada 2023 sebesar 46,56 triliun untuk kementerian/lembaga, DAK Fisik dan DAK nonfisik.

"Maka perlu dievaluasi karena program penurunan stunting ini melibatkan banyak kementerian/lembaga serta pemerintah daerah sehingga ini kerja besar kita bersama termasuk bersama kita di DPR," ujar Kurniasih, anggota DPR Dapil DKI Jakarta II ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, saat ini Pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin efektif berjalan hingga Oktober 2024. Sedangkan target prevalensi stunting 14 persen belum tercapai. Dirinya berharap di sisa waktu ini ada keseriusan lebih untuk menggenjot penurunan angka stunting secara nasional.

"Kita percaya untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas harus dimulai dari bebasnya anak-anak dari stunting, harapannya program ini bisa dievaluasi dengan semangat yang sama di pemerintahan selanjutnya yakni menurunkan angka stunting anak-anak Indonesia serendah mungkin agar kita bisa berdaya saing dari sisi kualitas SDM," pungkasnya.

Diketahui, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut angka prevalensi stunting cuma 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Salah satu kendala penurunan stunting yang masih kecil itu kata Menkes karena belum ditemukan model implementasi yang sesuai dari program-program yang telah dilaksanakan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!