Stunting Cuma Turun 0,1 Persen, Legislator PKS Prihatin

Jum'at, 10 Mei 2024 - 22:57 WIB
loading...
Stunting Cuma Turun...
Legislator dari PKS Kurniasih Mufidayati merespons pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang menyebut angka prevalensi stunting cuma 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati merespons pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyebut angka prevalensi stunting cuma 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Kurniasih prihatin masih kecilnya penurunan angka prevalensi stunting.

Kendati demikian, dia menuturkan bahwa masih ada waktu semua pihak untuk bekerja keras menurunkan angka stunting sesuai target di 14 persen. Dia melanjutkan, asalkan semua pihak melakukan evaluasi program dan bekerja keras demi mencapai target.

Wakil Ketua Komisi IX DPR ini mengingatkan bahwa target utama prevalensi stunting yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2024 adalah 14 persen. Kurniasih berpendapat, idealnya guna mencapai target tersebut, setiap tahun angka prevalensi stunting bisa turun 3,5 persen setiap tahun.

Baca juga: Jokowi Minta Pemda Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Dia pun menyoroti bertambahnya anggaran penurunan stunting yang dibebankan ke 17 kementerian/lembaga dan juga oleh pemerintah daerah ternyata tidak ekuivalen dengan capaian penurunan stunting 2022-2023. Padahal, pandemi Covid-19 juga sudah bisa dilewati dan fokus program penurunan stunting bisa dikebut.

"Penurunan stunting ternyata tidak dibarengi dengan keseriusan pencegahan stunting sejak dini. Penurunan yang hanya 0,1 persen itu disebabkan angka penurunan stunting 1,2 juta orang sementara yang bertambah juga 1,2 juta, hanya selisih ratusan ribu. Artinya angka penurunan tidak dibarengi dengan pencegahan sehingga angka kenaikannya juga tinggi," kata Kurniasih dalam keterangannya, Jumat (10/5/2024).

Sekadar informasi, pada 2022 telah dialokasikan dana sebesar Rp44,8 triliun, terdiri dari alokasi yang masuk ke 17 kementerian/lembaga dan pemerintah daerah termasuk melalui DAK Fisik dan DAK nonfisik. Sementara alokasi anggaran stunting pada 2023 sebesar 46,56 triliun untuk kementerian/lembaga, DAK Fisik dan DAK nonfisik.

"Maka perlu dievaluasi karena program penurunan stunting ini melibatkan banyak kementerian/lembaga serta pemerintah daerah sehingga ini kerja besar kita bersama termasuk bersama kita di DPR," ujar Kurniasih, anggota DPR Dapil DKI Jakarta II ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, saat ini Pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin efektif berjalan hingga Oktober 2024. Sedangkan target prevalensi stunting 14 persen belum tercapai. Dirinya berharap di sisa waktu ini ada keseriusan lebih untuk menggenjot penurunan angka stunting secara nasional.

"Kita percaya untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas harus dimulai dari bebasnya anak-anak dari stunting, harapannya program ini bisa dievaluasi dengan semangat yang sama di pemerintahan selanjutnya yakni menurunkan angka stunting anak-anak Indonesia serendah mungkin agar kita bisa berdaya saing dari sisi kualitas SDM," pungkasnya.

Diketahui, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut angka prevalensi stunting cuma 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Salah satu kendala penurunan stunting yang masih kecil itu kata Menkes karena belum ditemukan model implementasi yang sesuai dari program-program yang telah dilaksanakan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
4 Dokter Muda Meninggal,...
4 Dokter Muda Meninggal, Legislator PKS Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Internship
Legislator PKS Tegaskan...
Legislator PKS Tegaskan Pelarangan Penggunaan Jilbab Pegawai Rumah Sakit Langgar HAM
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Menkes Ingatkan Bahaya...
Menkes Ingatkan Bahaya Cara Masak Daging Kambing yang Salah saat Iduladha
Daging Kambing Dituding...
Daging Kambing Dituding Picu Kolesterol dan Hipertensi, Ini Kata Menkes
Rekomendasi
Menang Undian Tabungan...
Menang Undian Tabungan Dahsyat MNC Bank, Nasabah Manfaatkan untuk Kuliah Anak
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Berita Terkini
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved