Pengamat Ini Sarankan KAMI Menjadi Parpol

Senin, 17 Agustus 2020 - 12:37 WIB
Pemerintah tetap akan membuka ruang untuk dikritik dan mendapatkan masukan. Namun, semua itu belum tentu diikuti karena pemerintah tidak berdiri sendiri. Selain itu, pemerintah akan mempertimbangkan banyak hal dalam menjalankan program dan kebijakannya.

(Baca juga: Din Syamsuddin Anggap UU 2/2020 Upaya Mengkristalkan Inkonstitusional Diktatorship ).

Idil tidak melihat KAMI akan menjadi gerakan yang besar. Ini akan kembali pada misi KAMI, apakah hanya ingin menjadi penyeimbang bagi pemerintah atau ada motif-motif politik dari orang-orang yang tergabung di dalamnya.

Jika motif kedua yang lebih kental, dia menyarankan KAMI menjadi partai politik. "Biar orang-orang di dalam situ sebagai pendiri KAMI atau apa namanya bergerak untuk memperjuangkan kepentingan politik di 2024. Itu jauh lebih relevan, bukan hanya sekadar menyampaikan lalu membuat kegaduhan-kegaduhan."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!