BNPT Lawan Konten Radikal Melalui Narasi Moderat
Selasa, 02 April 2024 - 19:00 WIB
Namun, Ibnu menyadari bahwa sebagai leading sector, BNPT tidak dapat bekerja sendiri. Perlu adanya peran aktif dari seluruh aparatur pemerintahan, khususnya dalam bidang kehumasan untuk turut berpartisipasi dalam produksi dan pendistribusian narasi moderat. Hal tersebut mendorong BNPT untuk mengadakan pelatihan yang berjalan selama tiga hari tersebut.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta, terutama dalam bidang kehumasan agar dapat turut berpartisipasi aktif dalam produksi dan distribusi narasi moderat sekaligus bekerja sama bahu-membahu secara sinergis dalam menangani konten radikal," jelas Ibnu.
Baca juga: BNPT Sebut Kelompok Radikal Bentuk Militansi Perempuan melalui Budaya Patriarki
Sebagai informasi, kurang lebih 50 orang peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari pelaku kehumasan dari berbagai Kementerian/Lembaga, di antaranya BNPT, BNPB, Kemenkumham, Diskominfo DKI, Kemenpora, Kejaksaan Agung, Kemenpan RB, Kemenparekraf, PPATK, BKPM, Kemhan, Kementerian PPPA, dan Kemensos.
"Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan para peserta, terutama dalam bidang kehumasan agar dapat turut berpartisipasi aktif dalam produksi dan distribusi narasi moderat sekaligus bekerja sama bahu-membahu secara sinergis dalam menangani konten radikal," jelas Ibnu.
Baca juga: BNPT Sebut Kelompok Radikal Bentuk Militansi Perempuan melalui Budaya Patriarki
Sebagai informasi, kurang lebih 50 orang peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari pelaku kehumasan dari berbagai Kementerian/Lembaga, di antaranya BNPT, BNPB, Kemenkumham, Diskominfo DKI, Kemenpora, Kejaksaan Agung, Kemenpan RB, Kemenparekraf, PPATK, BKPM, Kemhan, Kementerian PPPA, dan Kemensos.
(kri)
Lihat Juga :