Uskup Suharyo: Tidak Bisa Seseorang Ujug-ujug Jadi Ketum Partai Politik

Minggu, 31 Maret 2024 - 13:52 WIB
"Jadi kalau mau ada yang terlibat dalam kehidupan politik mesti sekolah dulu. Tidak tiba-tiba tanpa latar belakang apa pun menjadi tokoh di dalam, tidak bisa. Mendaftar dulu, apakah diterima atau tidak, kemudian berkarier, dari struktur ya dari ranting ke cabang ke daerah ke pusat itu namanya meritokrasi, jadi terbukti sudah mempunyai peranan," jelas Suharyo.

Suharyo mengaku sempat ditanya oleh calon legislatif (caleg) dan diminta untuk mendukung caleg yang dia tidak kenal. "Maka saya bertanya, Anda sudah berbuat apa untuk masyarakat. Kalau belum berbuat apa-apa, caleg mau jadi apa. Lain halnya kalau dia menjadi aktivis di lingkungan masyarakat nya, misalkan menggerakkan para petani atau menghimpun membina pedagang tempe dibina agar tempe menjadi lebih enak dibantu dijual di pasar. Nah itu dia memiliki modal meskipun kecil," papar Suharyo.

Baca juga: Uskup Agung Suharyo Harap Pascapemilu 2024 Tak Ada Politik Pecah Belah dan Kekerasan

Namun jika seorang caleg belum berbuat apa-apa sudah mau menjadi caleg Suharyo dengan tegas mengatakan sebaik tidak usah (mencalonkan diri) saja.

"Sama dengan di dalam partai politik, saya bukan atau tidak pernah menjadi anggota partai politik, tapi saya membayangkan itu, di dalam organisasi kan tidak tiba-tiba menjadi Direktur PT Kereta Api kan tidak tiba-tiba. Dia mesti meniti karier dahulu supaya nanti bisa memperbaiki partai politik di mana dia ingin berperan. Rasa-rasanya itu," pungkas Suharyo.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!