Adaptasi Perubahan Iklim, Sanitasi Aman Berkelanjutan Dikembangkan di 7 Daerah

Rabu, 27 Maret 2024 - 14:05 WIB
"Ada beberapa adaptasi perubahan iklim yang dilakukan khususnya di sekitar pantai. Karena dampak kenaikan air laut bisa membuat toilet tergenang. Sebaiknya bangunan toilet ditinggikan agar aktivitas BAB bisa dapat terus dilakukan bila terjadi air pasang di sekitar pantai," ujar Herie.

Sementara Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengungkapkan, sanitasi yang buruk akan berdampak pada semua orang terlebih kelompok marginal, termasuk anak perempuan yang membutuhkan akses ke sanitasi layak dalam menjaga kebersihan seperti saat mengalami menstruasi.

Tak hanya di lingkungan rumah kata dia, namun sangat penting mendapatkan hak mereka terhadap air bersih dan sanitasi aman di sekolah.

"Pelibatan semua kelompok termasuk perempuan anak perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan kelompok rentan lainnya sangat penting untuk mencapai target 100 persen akses sanitasi aman pada 2030. Sesuai dengan semangat SDG, yaitu tidak ada satupun yang tertinggal atau ditinggalkan," ujar Dini.

Plan Indonesia telah melaksanakan program Wash SDG sejak 2018 di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Malaka, dan Belu, Sejak diimplementasikan tahun 2018 banyak capaian signifikan yang telah dicapai di wilayah dampingan Plan Indonesia.

Saat ini 4 kota/kabupaten dampingan Winner Project telah mendeklarasikan sebagai kabupaten/kota 100 persen Stop Bab Sembarangan di mana tiga di antaranya telah menuntaskan lima Pilar STBM. Kemudian adanya peningkatan partisipasi aktif perempuan dan penyandang disabilitas di wilayah dampingan Plan Indonesia dalam program STBM.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!