KAMI Akan Sampaikan Maklumat Berisi 8 Tuntutan kepada Pemerintahan Jokowi
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:01 WIB
Din Syamsuddin dan kawan-kawan yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) saat jumpa pers dikawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2020). Foto/Raka Dwi/SINDOnews
JAKARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) bakal menggelar deklarasi di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pada pukul 10.00 WIB, Selasa 18 Agustus 2020. Dalam deklarasi tersebut akan dibacakan maklumat dari KAMI yang telah disepakati oleh para deklarator.
"Insya Allah pada deklarasi itu hari Selasa 18 Agustus 2020, KAMI akan mengeluarkan maklumat yang diberi judul maklumat menyelamatkan Indonesia," ujar Din Syamsuddin dalam jumpa pers di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2020). (Baca juga: Jelang Deklarasi, Dukungan kepada Koalisi Din Syamsuddin dkk Muncul)
Din menjelaskan maklumat menyelamatkan Indonesia sudah disepakati oleh para deklarator memuat antara lain butir-butir keprihatinan terhadap kehidupan kebangsaan kita terakhir ini khususnya dalam bidang ekonomi politik, sosial budaya hukum dan HAM termasuk sumber daya alam.
"Kami akan menjelaskan pada setiap butir sektor dari kehidupan nasional kita itu apa yang kami nilai terjadi kerusakan terjadi penyimpangan penyelewengan dan baru kemudian di bagian akhir maklumat menyelamatkan Indonesia," jelasnya.
"Insya Allah pada deklarasi itu hari Selasa 18 Agustus 2020, KAMI akan mengeluarkan maklumat yang diberi judul maklumat menyelamatkan Indonesia," ujar Din Syamsuddin dalam jumpa pers di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2020). (Baca juga: Jelang Deklarasi, Dukungan kepada Koalisi Din Syamsuddin dkk Muncul)
Din menjelaskan maklumat menyelamatkan Indonesia sudah disepakati oleh para deklarator memuat antara lain butir-butir keprihatinan terhadap kehidupan kebangsaan kita terakhir ini khususnya dalam bidang ekonomi politik, sosial budaya hukum dan HAM termasuk sumber daya alam.
"Kami akan menjelaskan pada setiap butir sektor dari kehidupan nasional kita itu apa yang kami nilai terjadi kerusakan terjadi penyimpangan penyelewengan dan baru kemudian di bagian akhir maklumat menyelamatkan Indonesia," jelasnya.
Lihat Juga :