Mantan Ketua KPK Curiga Perolehan Suaranya di Pileg DPD Digembosi

Rabu, 13 Maret 2024 - 18:37 WIB
"Itu yang kami sampaikan. Itu kan luar biasa dan mengherankan gitu loh. Itu tolong ditelusuri karena kami melihat dari laporan kami yang pertama pada waktu kita baru sampling tiga desa Itu, penyimpangan seperti itu udah terjadi. Jadi dari C1 ke D hasil itu berubah drastis sehingga yang tadinya enggak dapat apa-apa itu bisa berapa ribu satu kecamatan, ya sekitar lima ribu enam ribu itu per kecamatan," kata Agus.

"Coba kalau berapa puluh kecamatan? Makanya di daerah kan satu kabupaten kemudian mendapatkan suaranya sampai ratusan ribu ya kan. Ada yang lima ratus lebih, ada yang mendekati angka lima ratus ya kan. Nah itu kan aneh bagi kita, makanya Pak Ketua Bawaslu tadi juga menyampaikan akan menindaklanjuti," sambung Agus.

Kemudian, Agus menjelaskan melonjaknya suara salah satu caleg yang relatif singkat itu karena hasil penghitungan C1 dan D hasilnya yang tak pernah dibuka secara gamblang di Sirekap. “Tahu-tahu kan saya terima pada waktu tanggal 5 Maret yang sudah dikeluarkan data dari KPU itu 79,99 persen, artinya 80 persen. Itu saya masih di-ranking 4. Bedanya suaranya lebih dari 200.000," kata Agus.

"Tahu-tahu yang KPU mati (Sirekap). Kita tidak bisa mengakses. Nah hasil yang tanggal 9 di kan hanya 4 hari tanggal 9 direkap itu tahu-tahu angkanya besar-besar," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!