Wapres: Ramadan Jadi Madrasah Umat Islam dalam Rangka Penyucian Jiwa
Selasa, 12 Maret 2024 - 07:21 WIB
“Pertama, manfaat kejiwaan atau spiritual (fa'idah ruhiyyah) di mana kita melakukan pembiasaan diri untuk bersikap sabar dan menahan hawa nafsu. Hal ini penting karena semua manusia mempunyai nafsu dan nafsu akan membawa manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk (innan-nasa la'ammaaratum bis-su'),” jelas Wapres.
“Keshalihan manusia, kebaikan manusia tergantung dari kemampuannya untuk mengendalikan nafsu dan puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk mengendalikannya,” imbuhnya.
Baca juga: Puasa Ramadan: Mengapa Rasulullah SAW Mendorong Umatnya Makan Sahur?
Kemudian manfaat puasa yang kedua, lanjut Wapres, adalah manfaat sosial kemasyarakatan (fa'idah itimaiyyah) yaitu pembiasaan diri untuk bersikap tertib, disiplin, dan setara dengan orang lain tanpa melihat status sosialnya.
“Dan ketiganya, manfaat kesehatan (fa'idah shihhiyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk membersihkan organ-organ,” pungkasnya.
“Keshalihan manusia, kebaikan manusia tergantung dari kemampuannya untuk mengendalikan nafsu dan puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk mengendalikannya,” imbuhnya.
Baca juga: Puasa Ramadan: Mengapa Rasulullah SAW Mendorong Umatnya Makan Sahur?
Kemudian manfaat puasa yang kedua, lanjut Wapres, adalah manfaat sosial kemasyarakatan (fa'idah itimaiyyah) yaitu pembiasaan diri untuk bersikap tertib, disiplin, dan setara dengan orang lain tanpa melihat status sosialnya.
“Dan ketiganya, manfaat kesehatan (fa'idah shihhiyyah) dimana kita melakukan pembiasaan diri untuk membersihkan organ-organ,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :