Dukung Pengetasan Stunting, PTPN IV Salurkan Bantuan di 5 Regional
Selasa, 05 Maret 2024 - 09:55 WIB
SEVP Business Support Tengku Rinel melihat kekurangan gizi kronis menyebabkan anak terlalu pendek untuk usianya. Bahkan dalam survei kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi berada dalam kandungan ibunya di masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru tampak setelah bayi berusia dua tahun.
Karena itulah, persoalan stunting (pengerdilan pertumbuhan) ini menjadi keprihatinan bangsa karena menyangkut sehat tidaknya generasi penerus bangsa ke depan. Diai melanjutkan upaya penguatan unsur pemerintah yang berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat seperti dunia usaha melalui program CSR, lembaga swadaya masyarakat khusus keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk dengan perolehan angka stunting yang memprihatinkan mampu berkolaborasi menurunkan derajat gagal tumbuh kembang pada bayi.
“Pelaksanaan sosialisasi dan penyaluran bantuan yang dilaksanakan pada hari ini secara serentak dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Medan, Regional III Pekanbaru, dan Regional V Pontianak serta puncak acaranya akan dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV di Provinsi Jambi pada tanggal 6 Maret 2024 nanti,” ujar Tengku Rinel dalam siaran persnya, Selasa (5/3/2024).
Dalam penyaluran bantuannya, PTPN IV Regional I memberikan di empat kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Simalungun dengan jumlah penderita terdampak sebanyak 27 balita, sedangkan untuk Kota Medan khusus di Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Helvetia jumlah penderita sebanyak 25 balita.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Pemprov Sumatera Utara dan Pemko Medan terkait jenis makanan yang pas dan sesuai untuk intervensi stunting dapat dilakukan dengan pemberian Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) sebagai bentuk intervensi spesifik.
Karena itulah, persoalan stunting (pengerdilan pertumbuhan) ini menjadi keprihatinan bangsa karena menyangkut sehat tidaknya generasi penerus bangsa ke depan. Diai melanjutkan upaya penguatan unsur pemerintah yang berkolaborasi dengan semua elemen masyarakat seperti dunia usaha melalui program CSR, lembaga swadaya masyarakat khusus keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk dengan perolehan angka stunting yang memprihatinkan mampu berkolaborasi menurunkan derajat gagal tumbuh kembang pada bayi.
“Pelaksanaan sosialisasi dan penyaluran bantuan yang dilaksanakan pada hari ini secara serentak dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional II Medan, Regional III Pekanbaru, dan Regional V Pontianak serta puncak acaranya akan dilaksanakan di PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV di Provinsi Jambi pada tanggal 6 Maret 2024 nanti,” ujar Tengku Rinel dalam siaran persnya, Selasa (5/3/2024).
Dalam penyaluran bantuannya, PTPN IV Regional I memberikan di empat kabupaten yakni Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten Simalungun dengan jumlah penderita terdampak sebanyak 27 balita, sedangkan untuk Kota Medan khusus di Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Helvetia jumlah penderita sebanyak 25 balita.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Pemprov Sumatera Utara dan Pemko Medan terkait jenis makanan yang pas dan sesuai untuk intervensi stunting dapat dilakukan dengan pemberian Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) sebagai bentuk intervensi spesifik.
Lihat Juga :