Ungkap Suaranya Turun, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq: Sirekap Timbulkan Ketidakpercayaan Publik

Selasa, 27 Februari 2024 - 19:51 WIB
"C hasil yang ditampilkan di Sirekap ini bukan menjadi perhitungan yang sah dari KPU karena itu ada perhitungan berjenjang, tapi kalo Sirekap sumbernya dari C hasil ketika rekap manual tidak sesuai dengan apa yang disajikan tentu mengundang pertanyaan besar sekali. Ada apa? apakah ini terkait ketidak keprofesionalan, apa ada kesengajaan, atau human error," ujarnya.

"Tapi kalau human error bisa diperbaiki 1-2 hari dan itu janji KPU yang disampaikan kepada publik agar diperbaiki. Sampai hari ini perbaikan tak kunjung datang justru ketika kita melakukan rekap dari C hasil itu nilainya 2x lipat lebih tinggi dari yang ada di Sirekap. Ini membingungkan masyarakat, partai saja bingung apalagi masyarakat," tambahnya.

Pantauan MNC Portal Indonesia pada situs resmi KPU https://pemilu2024.kpu.go.id/pilegdpr/hitung-suara/dapil pada Selasa (27/2/2024) update pukul 09.00 WIB dengan total suara masuk 64 persen suara Partai Perindo 1.001.083 atau 1,32 persen. Namun, pada update pukul 19.00 WIB dengan total suara masuk 65,14 persen suara Partai Perindo menurun menjadi 959.959 atau 1,27 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pemilu Presiden (TKRPP) sekaligus Politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus merasa janggal dengan proses penghitungan suara Pemilu 2024. Apalagi, KPU sebelumnya telah memberi perintah ke aparat penyelenggara pemilu ke daerah untuk menghentikan proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan.

Deddy menduga, penghentian itu didasari atas adanya partai kecil di lingkungan penguasa yang hendak dilaksanakan masuk parlemen. Hal itu dikuatkan setelah dirinya dapat informasi adanya operasi pengalihan suara Partai Perindo kepada partai gurem yang ada di lingkungan Istana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!