JIEP Permudah UMKM Kantongi Sertifikasi Halal MUI

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:46 WIB
“Pas bulan Ramadhan stok bisa sampai 100 toples. Karena kalau pas bulan puasa itu banyak yang beli apalagi pas mau Lebaran rame banget,” katanya.

Herman Darmawan (69), suami Hadijah menuturkan pendampingan dan dukungan PT JIEP dalam proses pengajuan sertifikasi halal benar-benar sangat optimal. Menurut dia, tidak banyak perusahaan yang melakukan pembinaan terhadap UMKM setelaten PT JIEP.

Selain berjualan stik bawang, Hadijah dan Herman juga menjual nasi kebuli yang dijajakan di depan rumah mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Usaha ini mulai ditekuni saat keluarganya kesulitan ekonomi akibat pandemi dan suaminya dirumahkan dari pekerjaannya.

Pada awal berjualan nasi kebuli, mereka hanya mengandalkan modal yang terbatas sehingga pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Setelah mendapat bantuan modal dan menjadi UMKM binaan PT JIEP, Herman dan Hadijah bisa mendapatkan omzet hingga 50 persen dari yang tadinya Rp300 ribu-Rp500 ribu per hari kini menjadi Rp1 juta per hari.

“Setelah diberikan modal sama PT JIEP, alhamdulillah kita bisa membeli bahan baku lebih banyak, enggak eceran lagi, jadi kan lebih murah. Terus juga kita beli tenda buat pembeli yang mau makan di sini. Benar-benar bersyukur bisa jadi binaan PT JIEP,” ujar Herman.

Dia bersyukur karena setelah mendapatkan bantuan modal dari PT JIEP, dia tidak perlu meminjam ke bank keliling atau pinjol. Menurut Herman, banyak pelaku UMKM di kawasan Rawa Terate yang terpaksa meminjam modal ke bank keliling dan pinjol yang memiliki bunga sangat tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!