Waspadai Doktrin Teror Lewat Media Sosial

Kamis, 13 Agustus 2020 - 08:00 WIB
Boy menegaskan, di masa pandemi saat ini BNPT lebih memfokuskan pada upaya pencegahan terorisme dalam jaringan (daring) alias online. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan kontra radikalisme, yakni melawan informasi bertebaran di medsos yang bertentangan dengan nilai dasar falsafah bangsa, yakni Pancasila. Apalagi, medsos menjadi sarana paling efektif karena saat ini adalah era digital. Ditambah lagi, kelompok-kelompok radikalis-te roris semakin lama semakin meninggalkan metode face to face atau bertemu langsung untuk menyebarkan paham tersebut.

“Kita melihat penyalahgunaan dunia maya cukup tinggi dengan penyebarluasan paham terorisme, intoleran,dan radikalisme. Ini sangat menghiasi ruang publik dunia maya. Ini adalah tugas BNPT bagaimana melakukan kontra radikalisme,” ungkapnya. (Baca juga: Deradikalisasi, Pembinaan terhadap Napiter Harus Optimal)

Analis konflik dan terorisme, Alto Luger, menyatakan kelompok radikal/teroris sudah bermain pada dunia maya sejak lama. Mereka sangat nyaman on line. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi peluang besar bagi mereka karena sebagian besar kegiatan masyarakat beralih ke daring.



“Ini adalah comfort zone dari kelompok-kelompok radikal dan teroris . Nah, di masa pandemi Covid-19 ini memang terlihat bahwa kelompok radikal/teroris ini pun memanfaatkan isu Covid-19 dalam propaganda mereka,” ujarnya saat berbincang dengan Koran SINDO.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!