Projo DIY Laporkan Butet, Jubir Muda TPN: Imajinasi Tidak Bisa Dipenjarakan
Kamis, 01 Februari 2024 - 07:27 WIB
Juru Bicara Muda TPN Ganjar-Mahfud, Yogen Sogen menyoroti sikap Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melaporkan Butet Kertaredjasa. Foto/MPI
JAKARTA - Juru Bicara Muda Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Yogen Sogen menyoroti sikap Pro Jokowi (Projo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melaporkan Butet Kertaredjasa atas dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Yogen mengatakan, tindakan Projo DIY menambah catatan gelap demokrasi di Tanah Air. Sebab, menurutnya imajinasi tidak bisa dipenjarakan.
"Imajinasi tidak bisa dipenjarakan, tafsirnya luas. Pantun Mas Butet adalah refleksi terdalam atas benturan peristiwa yang dialami. Ia lahir dari imajinasi. Sekali lagi imajinasi tidak bisa dipenjarakan," kata Yogen, Kamis (1/2/2024).
Baca juga: Mahfud MD Hadiri Acara Butet Kartaredjasa Musuh Bebuyutan di Yogyakarta
Yogen kemudian menyinggung peristiwa tersebut seperti yang dialami sastrawan dan budayawan di zaman Orde Baru (Orba) ketika, ekspresinya dibungkam atau diteror.
Yogen mengatakan, tindakan Projo DIY menambah catatan gelap demokrasi di Tanah Air. Sebab, menurutnya imajinasi tidak bisa dipenjarakan.
"Imajinasi tidak bisa dipenjarakan, tafsirnya luas. Pantun Mas Butet adalah refleksi terdalam atas benturan peristiwa yang dialami. Ia lahir dari imajinasi. Sekali lagi imajinasi tidak bisa dipenjarakan," kata Yogen, Kamis (1/2/2024).
Baca juga: Mahfud MD Hadiri Acara Butet Kartaredjasa Musuh Bebuyutan di Yogyakarta
Yogen kemudian menyinggung peristiwa tersebut seperti yang dialami sastrawan dan budayawan di zaman Orde Baru (Orba) ketika, ekspresinya dibungkam atau diteror.
Lihat Juga :