BNPB Catat 178 Kali Kejadian Bencana hingga Akhir Januari 2024, Didominasi Cuaca Ekstrem
Senin, 29 Januari 2024 - 18:09 WIB
Aam sapaan akrab Abdul Muhari juga melaporkan mengatakan dalam sepekan terakhir terjadi 39 kali kejadian bencana. Namun, biasanya bencana banjir mendominasi kali ini kejadian cuaca ekstrem lebih banyak terjadi.
“Kemudian untuk satu minggu terakhir tanggal 22 sampai 28 Januari ada 39 kali kejadian bencana. Nah ini tadi yang seperti saya sampaikan, kalau biasanya banjir mendominasi banjir sedikit berkurang karena intensitas hujan nanti kita lihat secara umum berkurang di seluruh wilayah Indonesia,” kata Aam.
Aam mengatakan fenomena cuaca ekstrem terjadi jika ada hujan kemudian intensitas hujan yang berkurang, meskipun masih banyak awan-awan hujannya juga sedikit eksposur, sedikit berkurang tetapi ada perbedaan tekanan di udara yang memunculkan cuaca ekstrem.
“Apakah dalam bahasa masyarakatnya disebut angin puting beliung, angin kencang dan lain-lain. Pada dasarnya ini bisa disertai hujan bisa didahului hujan atau tidak disertai hujan sama sekali. Jadi ada beberapa tipe kejadian angin cuaca ekstrem ini,” jelasnya.
Sementara itu, Aam mengatakan secara spasial kejadian bencana di Sumatera masih dominan banjir, di Riau juga masih ada dampak banjir dan ikutannya. “Kemudian sempat kering banjir di beberapa tempat yang sudah sempat dikunjungi juga oleh Bapak Kepala BNPB, ini kemudian tergenang lagi. Di Aceh juga demikian Sumatera Utara sampai Bengkulu,” paparnya.
“Kemudian untuk satu minggu terakhir tanggal 22 sampai 28 Januari ada 39 kali kejadian bencana. Nah ini tadi yang seperti saya sampaikan, kalau biasanya banjir mendominasi banjir sedikit berkurang karena intensitas hujan nanti kita lihat secara umum berkurang di seluruh wilayah Indonesia,” kata Aam.
Aam mengatakan fenomena cuaca ekstrem terjadi jika ada hujan kemudian intensitas hujan yang berkurang, meskipun masih banyak awan-awan hujannya juga sedikit eksposur, sedikit berkurang tetapi ada perbedaan tekanan di udara yang memunculkan cuaca ekstrem.
“Apakah dalam bahasa masyarakatnya disebut angin puting beliung, angin kencang dan lain-lain. Pada dasarnya ini bisa disertai hujan bisa didahului hujan atau tidak disertai hujan sama sekali. Jadi ada beberapa tipe kejadian angin cuaca ekstrem ini,” jelasnya.
Sementara itu, Aam mengatakan secara spasial kejadian bencana di Sumatera masih dominan banjir, di Riau juga masih ada dampak banjir dan ikutannya. “Kemudian sempat kering banjir di beberapa tempat yang sudah sempat dikunjungi juga oleh Bapak Kepala BNPB, ini kemudian tergenang lagi. Di Aceh juga demikian Sumatera Utara sampai Bengkulu,” paparnya.
Lihat Juga :