Harlah Muslimat NU, Ketum PBNU Ungkap Pentingnya Peran Ibu

Sabtu, 20 Januari 2024 - 08:56 WIB
Gus Yahya melanjutkan, akan kesadaran itu pendiri NU mendirikan organisasi sayap untuk ibu-ibu yang disebut Muslimat pada tahun 1946.

"Demi kuatnya NKRI, demi terangkatnya martabat NKRI di tengah bangsa-bangsa, demi cita-cita NU, ibu-ibu muslimat siap untuk bergerak bersama, berjuang bersama menopang kejayaan bangsa dan negara. Muslimat kuat Indonesia Kuat," ujarnya.

Sebagai informasi, Acara tersebut dihadiri peserta dari 34 Pengurus Wilayah (PW) dan 534 Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU. Dihadiri juga Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU dari 11 negara, antara lain, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, Jerman, Inggris, Jepang, dan negara lainnya.

Acara diawali dengan khataman Al-Qur’an sebanyak 2024 kali dan ditutup dengan pembacaan doa oleh Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Habib Luthfi Bin Yahya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!