Indikasi Kecurangan Menguat, Publik Bergerak Kawal Pemilu 2024

Kamis, 18 Januari 2024 - 23:02 WIB
Di sisi lain, Ninis juga menilai gerakan masyarakat akan menjadi pencegah dari potensi kecurangan pemilu. "Munculnya inisiatif-inisiatif ini juga menunjukkan bahwa publik juga turut mengawasi, jadi bagi para pihak yang akan curang diingatkan oleh munculnya gerakan-gerakan publik seperti ini," katanya.

Sementara itu, peneliti senior politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Lili Romli mengatakan, sejumlah tokoh nasional dan agama yang tergabung dalam GNB menyampaikan keprihatinan atas penyelenggaraan Pemilu 2024 jauh dari jargon Jujur dan Adil (Jurdil). Mereka juga merasakan adanya sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terkesan melakukan intervensi.

Baca juga: TPN: Jika Ganjar-Mahfud Menang, Bukti Kecurangan Pemilu Akan Tetap Diproses

"Saya kira bisa mewakili keprihatinan publik terhadap penyelenggaraan pemilu sekarang, yang ditengarai ada intervensi presiden. Keprihatinan itu perlu direspons oleh presiden, jangan sampai dianggap angin lalu saja," kata Lili.

Menurutnya, tokoh dan masyarakat tidak akan diam. Karena itu, presiden juga diminta peka dan mendengarkan kritikan. "Dengan adanya pernyataan, berarti memang sedang ada tanda-tanda bahwa presiden sudah tidak netral lagi. Pernyataan itu juga menjadi warning bagi presiden agar jangan cawe-cawe dalam pilpres ini," katanya.

Koalisi 01 dan 03
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!