Debat Capres 2024, Prabowo Berkali-Kali Puji Ide dan Gagasan Ganjar Pranowo
Senin, 08 Januari 2024 - 08:46 WIB
Capres Prabowo Subianto memuji ide, gagasan, dan visi misi Ganjar Pranowo saat debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan Jakarta. Foto/MPI
JAKARTA - Debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan Jakarta pada Minggu, 7 Januari 2024 malam berlangsung seru. Masing-masing calon presiden saling adu gagasan untuk menyampaikan visi misi masing-masing.
Namun debat terlihat panas antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Keduanya terlibat saling serang. Namun keduanya tak ada yang menyerang Ganjar Pranowo.
Justru, berkali-kali Prabowo Subianto memuji program kerja dan ide gagasan yang dilontarkan Ganjar terkait pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik. Prabowo sepakat dan menilai ide gagasan Ganjar sangat masuk akal dan bagus.
Baca juga: Tutup Debat Ketiga Pilpres 2024, Ganjar Ingin 100% Alutsista Siap Tempur
Misalnya terkait bagaimana para capres mengatasi adanya tumpang tindih lembaga pertahanan negara. Dalam kesempatan itu, Ganjar menegaskan jika tumpang tindih kebijakan hanya bisa diselesaikan oleh presiden sebagai panglima tertinggi negara.
"Persoalan tumpang tindih kebijakan memang merepotkan. Ini harus diselesaikan. Presiden harus ambil alih, presiden harus memberikan contoh dalam mengatasi persoalan tumpang tindih kebijakan," ucap Ganjar.
Namun debat terlihat panas antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Keduanya terlibat saling serang. Namun keduanya tak ada yang menyerang Ganjar Pranowo.
Justru, berkali-kali Prabowo Subianto memuji program kerja dan ide gagasan yang dilontarkan Ganjar terkait pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik. Prabowo sepakat dan menilai ide gagasan Ganjar sangat masuk akal dan bagus.
Baca juga: Tutup Debat Ketiga Pilpres 2024, Ganjar Ingin 100% Alutsista Siap Tempur
Misalnya terkait bagaimana para capres mengatasi adanya tumpang tindih lembaga pertahanan negara. Dalam kesempatan itu, Ganjar menegaskan jika tumpang tindih kebijakan hanya bisa diselesaikan oleh presiden sebagai panglima tertinggi negara.
"Persoalan tumpang tindih kebijakan memang merepotkan. Ini harus diselesaikan. Presiden harus ambil alih, presiden harus memberikan contoh dalam mengatasi persoalan tumpang tindih kebijakan," ucap Ganjar.
Lihat Juga :