Tumbuhkan Budaya Konservasi lewat Aksi Revegetasi Mangrove
Senin, 10 Agustus 2020 - 20:43 WIB
Revegetasi itu sekaligus bentuk kampanye kepada masyarakat mengenai pentingnya keberadaan hutan mangrove untuk melindungi kehidupan manusia. Indonesia memiliki 3,3 juta hektare hutan mangrove dan merupakan yang terbesar di wilayah tropis.
Alue menilai mangrove memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya barier penghambat tsunami. Menurut dia, daerah yang mangrovenya bagus ternyata mengalami kerusakan yang minimal jika terjadi tsunami.
“Mangrove juga berfungsi untuk penyimpan karbon. Simpanan karbon terbesar itu ada di tanah mangrove, lebih besar empat kali lipat dari terrestrial atau daratan,” ujarnya.
Selain itu, mangrove juga dapat mencegah intrusi air laut ke darat hingga memfilter racun-racun dari limbah B3 di perairan. Jika dikembangkan, kawasan mangrove juga berpotensial sebagai ekowisata. TWA Angke Kapuk, lanjut Alue, layak menjadi contoh keberhasilan rehabilitasi mangrove karena sebelumnya sebelumnya merupakan bekas areal tambak.
(Baca: KLHK Latih Sejumlah Desa dalam Pengendalian Karhutla)
Alue menilai mangrove memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya barier penghambat tsunami. Menurut dia, daerah yang mangrovenya bagus ternyata mengalami kerusakan yang minimal jika terjadi tsunami.
“Mangrove juga berfungsi untuk penyimpan karbon. Simpanan karbon terbesar itu ada di tanah mangrove, lebih besar empat kali lipat dari terrestrial atau daratan,” ujarnya.
Selain itu, mangrove juga dapat mencegah intrusi air laut ke darat hingga memfilter racun-racun dari limbah B3 di perairan. Jika dikembangkan, kawasan mangrove juga berpotensial sebagai ekowisata. TWA Angke Kapuk, lanjut Alue, layak menjadi contoh keberhasilan rehabilitasi mangrove karena sebelumnya sebelumnya merupakan bekas areal tambak.
(Baca: KLHK Latih Sejumlah Desa dalam Pengendalian Karhutla)
Lihat Juga :