Indonesia-FAO Perkuat Kerja Sama, Fokus Gambut, Mangrove, dan Hutan Adat

Jum'at, 21 November 2025 - 18:07 WIB
loading...
Indonesia-FAO Perkuat...
Amy Duchelle, Senior Forestry Officer sekaligus Team Leader Forests and Climate Change FAO saat bertemu Prof Haruni Krisnawati, Dr Krisdianto, Julmansyah, serta Dr Ristianto Pribadi. Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Food and Agriculture Organization (FAO) menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pembangunan sektor kehutanan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan bilateral antara FAO dan Delegasi Indonesia pada COP30 UNFCCC.

Pertemuan berlangsung antara Amy Duchelle, Senior Forestry Officer sekaligus Team Leader Forests and Climate Change FAO, dengan Prof Haruni Krisnawati, Staf Ahli Menteri untuk Menteri Kehutanan. Pertemuan turut dihadiri Dr Krisdianto (Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri), Julmansyah (Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat), serta Dr Ristianto Pribadi (Direktur Rehabilitasi Mangrove). Baca juga: Mengubah Mangrove Menjadi Investasi Iklim Strategis lewat Inovasi Pembiayaan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tindak lanjut dan penguatan kerja sama antara Indonesia dan FAO di sektor kehutanan, mencakup dukungan terhadap pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove serta kolaborasi melalui program UN-REDD. FAO juga menyampaikan komitmen dalam mendukung pengelolaan lahan basah, antara lain melalui Green Peatland Economy Program yang mendorong praktik pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.

Amy Duchelle menegaskan perjalanan panjang kerja sama FAO dan Indonesia di sektor kehutanan telah berkontribusi besar terhadap terwujudnya pembangunan kehutanan Indonesia yang berkelanjutan. ”FAO siap terus mendukung Indonesia dalam memperkuat sektor kehutanan,” katanya.

Dr Krisdianto menjelaskan bahwa dengan perubahan struktur organisasi dalam Kabinet Merah Putih, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kini terbagi menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Perubahan ini berdampak pada tata kelola wilayah berdasarkan batas jurisdiksi, sehingga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kehutanan difokuskan pada kawasan hutan.

Ia menjelaskan dari total luas ekosistem gambut Indonesia yang mencapai 20,7 juta hektare, sebanyak 74% berada dalam kawasan hutan. Oleh karena itu, seluruh kerja sama terkait restorasi gambut perlu dilakukan bersama Kementerian Kehutanan.

Hal serupa disampaikan Dr Ristianto yang menggarisbawahi bahwa ekosistem mangrove Indonesia seluas 3,44 juta hektare, dengan sekitar 80% berada di kawasan hutan, sehingga kerja sama restorasi mangrove juga harus berada dalam lingkup Kementerian Kehutanan. Ia juga mengingatkan perlunya peningkatan peran FAO dalam membuka akses terhadap pendanaan kerja sama internasional seperti Green Climate Fund (GCF) dan Global Environment Facility (GEF).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Langkah Menhut Dinilai...
Langkah Menhut Dinilai Berhasil Pulihkan Kepercayaan Investor Perdagangan Karbon
Perdagangan Karbon Dimulai,...
Perdagangan Karbon Dimulai, Menhut Dinilai Memiliki Peran Strategis
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
Rekomendasi
Gelar Demo di Depan...
Gelar Demo di Depan Kejati Jatim, KEMAKI Sampaikan 10 Tuntutan
Kenapa Pemilik Land...
Kenapa Pemilik Land Cruiser Tua Tetap Setia di Tengah Serbuan Mobil Listrik?
Lanjutkan Perjuangan...
Lanjutkan Perjuangan Ayah, Nurdiansyah Alasta Nyalon Ketua DPD Demokrat Aceh
Berita Terkini
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Prabowo Panggil Luhut...
Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri di Hambalang, Bahas Apa?
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved