Sekolah di Zona Kuning Dibuka, Potensial Menjadi Klaster Baru Covid-19
Minggu, 09 Agustus 2020 - 07:50 WIB
Permasalahan dalam PJJ sejak tiga bulan pada semester lalu dan satu bulan di semester ini masih sama, yakni guru dan siswa tidak memiliki gawai, serta tidak ada jaringan internet. Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, anak-anak harus membuat gubuk di kaki bukit demi mendapatkan sinyal untuk mengikuti PJJ. Hal serupa terjadi di daerah lain.
Satriwan menegaskan seharusnya pangkal masalah PJJ itu diselesaikan oleh pemerintah. Pemerintah seluruh sumber daya yang ada untuk memecahkan itu, misalnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengerahkan Telkomsel untuk membangun jaringan di daerah-daerah.
(Baca: Monitoring dan Evaluasi Pembukaan Sekolah Harus Ketat)
Dalam situasi seperti ini, perusahaan-perusahaan plat merah seharusnya berorientasi untuk melayani anak negeri. Tidak melulu mementingkan laba.
“Kabupaten Agam karena rumah penduduk jarang tentu secara bisnis akan rugi. Akan tetapi logikanya harus dibalik, yakni mengabdi kepada negeri,” pungkasnya.
Satriwan menegaskan seharusnya pangkal masalah PJJ itu diselesaikan oleh pemerintah. Pemerintah seluruh sumber daya yang ada untuk memecahkan itu, misalnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengerahkan Telkomsel untuk membangun jaringan di daerah-daerah.
(Baca: Monitoring dan Evaluasi Pembukaan Sekolah Harus Ketat)
Dalam situasi seperti ini, perusahaan-perusahaan plat merah seharusnya berorientasi untuk melayani anak negeri. Tidak melulu mementingkan laba.
“Kabupaten Agam karena rumah penduduk jarang tentu secara bisnis akan rugi. Akan tetapi logikanya harus dibalik, yakni mengabdi kepada negeri,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :