Islam Mendorong Toleransi dalam Kehidupan

Minggu, 10 Desember 2023 - 18:06 WIB
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi. FOTO/IST
JAKARTA - Pergerakan zaman dan perubahan pola interaksi sosial hari ini membuat perspektif Islam Wasathiyah relevan untuk selalu dibicarakan. Pemahaman ajaran Islam yang moderat adalah sesuai dengan cita-cita pendirian Indonesia sebagai negara yang berprinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi menjelaskan, dalam Islam yang moderat atau Islam Wasathiyah dikenal dua prinsip, yakni at-tawazun dan at-tasamuh. Keduanya menjadi penopang pemikiran Islam kontemporer yang cenderung inklusif dan mengedepankan moderasi dalam beragama.



"At-tawazun adalah sikap seimbang dan proporsional dalam memandang berbagai hal, termasuk perbedaan pendapat dan agama. At-tawazun juga berarti menghindari sikap ekstrem dan fanatik, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan sosial," kata Kiai Ahmad Zubaidi dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/12/2023).

"Sementara at-tasamuh adalah sikap toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. At-tasamuh juga berarti mengakui dan menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Menurutnya, kedua prinsip ini menjadi konsekuensi logis dalam penerapan Islam Wasathiyah. Sangatlah jelas bahwa Islam mengajarkan toleransi, sebagaimana yang diajarkan dalam Alquran di surat Al-Kafirun, 'lakum diinukum wa liya diin', yang berarti 'bagimu agamamu, bagiku agamaku'. Petikan surat ini telah menjadi garis batas yang jelas dan menggambarkan sikap Islam terhadap ajaran agama yang berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!