Politikus PDIP Anggap Pembangunan Infastruktur dalam 10 Tahun Terakhir Tanpa Jiwa
Senin, 27 November 2023 - 02:10 WIB
Menurut Said, menjadi manusia unggul sesungguhnya pesan utama pembangunan. Sebab diskursus pembangunan sedemikian rupa direduksi urusan ekonomi, bahkan belakangan dikerdilkan lagi sebatas urusan investasi usaha.
"Lima tahun terakhir, demi investasi usaha, semua diterjang, diminta minggir. Tentu saja investasi usaha hal yang penting. Tetapi apakah sudah tepat ini prioritas pembangunan kita," katanya.
Seluruh kontemplasi atas persoalan di Indonesia, kata Said, menjadi latar belakang Ganjar Mahfud menatap masa depan, meletakkan kembali agenda revolusi mental untuk menjadi manusia unggul. Jati diri kepribadian bangsa perlu dinyatakan secara lugas. Semua nilai luhur bangsa, gotong royong, antikorupsi, produktif, inovatif, mandiri, patuh pada etika dan hukum, menghargai perbedaan dan kebebasan, emansipasi perempuan, melindungi minoritas perlu mendapat tempat, dan dihadirkan nyata dalam kehidupan sehari hari.
Semua nilai-nilai itu, Said menegaskan, harus menjadi ruh bagi setiap gerak pembangunan di semua bidang. Paling mula harus menjadi praktik hidup dan contoh nyata bagi seluruh para penyelenggara negara.
"Kami yakin, jika seluruh penyelenggara negara bisa melaksanakan nilai-nilai tersebut pada gerak hidupnya sehari hari, hal itu akan memantul lebih luas menjadi jiwa bangsa," katanya.
Dengan penghayatan total atas nilai-nilai luhur itu, maka seluruh potensi pembangunan nasional akan lebih mudah diorganisasi untuk menopang cita-cita pembangunan. Keteladanan pemimpin nasional yang menyebar ke seluruh level penyelenggara negara akan menjadi energi penggerak penting bagi pembangunan.
"Lima tahun terakhir, demi investasi usaha, semua diterjang, diminta minggir. Tentu saja investasi usaha hal yang penting. Tetapi apakah sudah tepat ini prioritas pembangunan kita," katanya.
Seluruh kontemplasi atas persoalan di Indonesia, kata Said, menjadi latar belakang Ganjar Mahfud menatap masa depan, meletakkan kembali agenda revolusi mental untuk menjadi manusia unggul. Jati diri kepribadian bangsa perlu dinyatakan secara lugas. Semua nilai luhur bangsa, gotong royong, antikorupsi, produktif, inovatif, mandiri, patuh pada etika dan hukum, menghargai perbedaan dan kebebasan, emansipasi perempuan, melindungi minoritas perlu mendapat tempat, dan dihadirkan nyata dalam kehidupan sehari hari.
Semua nilai-nilai itu, Said menegaskan, harus menjadi ruh bagi setiap gerak pembangunan di semua bidang. Paling mula harus menjadi praktik hidup dan contoh nyata bagi seluruh para penyelenggara negara.
"Kami yakin, jika seluruh penyelenggara negara bisa melaksanakan nilai-nilai tersebut pada gerak hidupnya sehari hari, hal itu akan memantul lebih luas menjadi jiwa bangsa," katanya.
Dengan penghayatan total atas nilai-nilai luhur itu, maka seluruh potensi pembangunan nasional akan lebih mudah diorganisasi untuk menopang cita-cita pembangunan. Keteladanan pemimpin nasional yang menyebar ke seluruh level penyelenggara negara akan menjadi energi penggerak penting bagi pembangunan.
Lihat Juga :