Dibandingkan 2019, Operasi Patuh 2020 Mampu Turunkan Laka Lantas

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:46 WIB
Hal ini dilakukan karena angka kecelakaan masih cukup tinggi. Diperlukan langkah antisipatif melibatkan seluruh stakeholder yang bertanggung jawab di dalam keselamatan berlalu lintas. “Diharapkan, dengan sinergi yang terbangun sesama stakeholder bisa meminimalisir korban lakalantas,” tuturnya. (Baca juga: Jokowi Terbitkan Inpres Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan)

Fakta menunjukkan, korban meninggal akibat lakalantas banyak berjatuhan. Kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, turut andil terbanyak menjadi penyebab tingginya kecelakaan. Mayoritas korban berusia produktif yakni 15-35 tahun.

Oleh karena itu budaya tertib berkendara dan patuh pada peraturan di jalan raya adalah kunci mengurangi kecelakaan kendaraan bermotor. Meskipun membangun kesadaran terhadap keselamatan berkendara tidaklah mudah. Bahkan banyak cara yang telah dilakukan oleh kepolisian untuk menekan angka kecelakaan tersebut.

Istiono berharap, kegiatan operasi patuh ini bisa menandai sebuah gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan keamanan, serta menurunkan tingkat fatalitas korban lakalantas. Disinilah perlunya terus ditingkatkan memperbaiki moda transportasi umum yang ada. (LIhat grafis: Mulai 3 Agustus, Ganjil Genap di Jakarta Kembali Dilakukan)

Penindakan pelanggaran lalu lintas pada Operasi Patuh 2020 dibanding tahun lalu turun. Tahun ini penindakan sebanyak 548.797. Sedangkan tahun lalu sebanyak 1.060.606 pelanggaran. Turun 511.809 pelanggaran (48%).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!