Dibandingkan 2019, Operasi Patuh 2020 Mampu Turunkan Laka Lantas

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 13:46 WIB
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono saat turun langsung memantau Operasi Patuh 2020. Razia tahun ini ditekankan pada penerapan protokol kesehatan bagi para pengendara. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Operasi Patuh 2020 yang digelar Polri selama 14 hari (23 Juli-5 Agustus 2020) berjalan lancar. Razia kendaraan di tengah pandemi Covid-19 kali ini berbeda dengan sebelumnya. Razia ditekankan pada penerapan protokol kesehatan bagi para pengendara.

Dari hasil evaluasi, Operasi Patuh yang mengedepankan tindakan persuasif dan humanis ini berjalan sesuai harapan. Dalam penegakan hokum, polisi mengepankan mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. (Baca juga: 99.835 Pelanggaran Selama Operasi Patuh Jaya 2020, Pengendara Motor Terbanyak)



Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, pihaknya berusaha semaksimal mungkin melaksanakan harapan Presiden Joko Widodo untuk sosialisasi pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. “Dalam Operasi Patuh hal terpenting adalah menyadarkan masyarakat dalam gerak langkah berlalu lintas untuk selalu jaga jarak, memakai masker, dan menjaga kesehatan dengan selalu cuci tangan dalam setiap kesempatan. Ini penting agar pandemi ini segera berakhir," kata Istiono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020).

Menurut Istiono, operasi semacam ini setiap tahun diadakan. Tujuannya selalu mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. (Baca juga: Operasi Patuh Lodaya, Polresta Bandung Garuk 312 Motor Berknalpot Bising)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!