30 Contoh Pengamalan Sila ke-4 Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Rabu, 22 November 2023 - 10:41 WIB
Contoh pengamalan sila ke-4 Pancasila patut diterapkan dalam kehidupan. Foto/Freepik
JAKARTA - Contoh pengamalan sila ke-4 Pancasila patut diterapkan dalam kehidupan. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menjadi landasan utama dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sila ke-4 Pancasila berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan". Sila ini menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga Arti dan Makna 5 Lambang Pancasila Beserta Fungsinya
Lantas, bagaimana seharusnya sila ke-4 diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
1. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila ke-4 Pancasila berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan". Sila ini menggarisbawahi pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga Arti dan Makna 5 Lambang Pancasila Beserta Fungsinya
Lantas, bagaimana seharusnya sila ke-4 diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh Pengamalan Sila ke-4 Pancasila
1. Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Lihat Juga :