Formasi Indonesia Moeda Ajak Gen Z dan Milenial Melek Politik di Pemilu 2024
Jum'at, 17 November 2023 - 21:54 WIB
Minimnya anak muda dalam kontestasi, Syifak menduga karena masih banyak yang apolitis atau menganggap politik itu sesuatu yang kotor, sehingga mereka enggan untuk terjun ke dunia politik.
"Negara demokratis tidak lepas dari partai politik, namun generasi muda masih antipati, maka harus ada pemahaman atau sesuatu yang diluruskan," ujarnya.
Syifak menuturkan, pemilu yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi demokrasi dan mempererat kesatuan bangsa, jangan hanya dimaknai sebagai jargon-jargon pemanis kampanye. Namun demokrasi harus dimaknai dan digunakan untuk usaha yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kemajuan bangsa Indonesia.
"Di mata anak muda demokrasi harus termanifestasi dalam bentuk pemerataan pembangunan, hilirisasi industri, kesempatan memimpin bagi semua anak bangsa tanpa ada pembatasan pembatasan, dan selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan lain," kata Syifak.
Posisi generasi muda tahun politik juga sangat rawan terpapar hoax yang dapat menimbulkan kegaduhan, adu domba dan perpecahan. Karena itu ia mendorong agar para politisi dan elite parpol lebih mengarah ke kampanye politik positif daripada kampanye negatif, apalagi hoaks.
"Negara demokratis tidak lepas dari partai politik, namun generasi muda masih antipati, maka harus ada pemahaman atau sesuatu yang diluruskan," ujarnya.
Syifak menuturkan, pemilu yang diharapkan menjadi momentum konsolidasi demokrasi dan mempererat kesatuan bangsa, jangan hanya dimaknai sebagai jargon-jargon pemanis kampanye. Namun demokrasi harus dimaknai dan digunakan untuk usaha yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kemajuan bangsa Indonesia.
"Di mata anak muda demokrasi harus termanifestasi dalam bentuk pemerataan pembangunan, hilirisasi industri, kesempatan memimpin bagi semua anak bangsa tanpa ada pembatasan pembatasan, dan selalu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan lain," kata Syifak.
Posisi generasi muda tahun politik juga sangat rawan terpapar hoax yang dapat menimbulkan kegaduhan, adu domba dan perpecahan. Karena itu ia mendorong agar para politisi dan elite parpol lebih mengarah ke kampanye politik positif daripada kampanye negatif, apalagi hoaks.
Lihat Juga :