Turunnya Elektabilitas Prabowo-Gibran Bukti Publik Kecewa Putusan MK

Selasa, 07 November 2023 - 19:16 WIB
“Justru yang terjadi adalah penguatan tentang tampilnya Gibran sebagai simbol representasi politik dinasti Jokowi yang berusaha melanggengkan kekuasaan,” ujar doktor alumnus Murdoch University, Australia tersebut.

Seperti diketahui, pada Senin (6/11/2023), Charta Politika merilis hasil survei terbaru. Simulasi tiga pasang calon presiden-calon wakil presiden, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat elektabilitas tertinggi yakni 36,8%, disusul Prabowo Subianto-Gibran (34,7%), dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (24,3%). Adapun jumlah responden yang tidak menjawab sebanyak 4,3%.

Survei Charta Politika juga menyebutkan sebanyak 39,7% responden percaya Presiden Jokowi turut campur dalam keputusan MK. Sebanyak 49,9% responden setuju bahwa hal tersebut merupakan penyalahgunaan wewenang untuk memuluskan langkah Gibran sebagai cawapres.

Direktur Eksekutif Indonesia Presidential Studies, Nyarwi Ahmad mengatakan, apabila skandal di MK diibaratkan drama maka publik percaya Jokowi juga punya peran dalam drama tersebut. “Atau bahkan beberapa pihak mensinyalir, salah satu sutradara di balik drama itu, wajar saja, karena presiden tidak pernah menyampaikan ekspresinya secara eksplisit,” jelasnya.

Pakar Komunikasi Politik UGM ini menambahkan, Jokowi sebagai Presiden menjadi sangat sentral dalam politik hari ini. Peran Jokowi sangat besar, bukan sekadar dari proses kandidasi namun juga sampai nanti penyelenggaraan Pemilu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!