Sule dan Butarsi Berkolaborasi, Stunting Perlahan Pergi

Minggu, 05 November 2023 - 19:12 WIB
baca juga: Wapres Kumpulkan Menteri Bahas Target Turunkan Stunting

Selain mengandung protein, ikan lele juga mengandung asam lemak tak jenuh yang bermanfaat untuk menangkal terjadinya serangan jantung. Hasil analisis proksimat tepung kepala ikan lele dumbo memiliki kadar protein cukup tinggi yaitu 50,94%).

Tak hanya itu, tulang ikan lele memiliki kandungan gizi kalsium, fosfor, protein dan lemak. Kalsium mempunyai fungsi dalam tubuh antara lain pembentul tulang dan pembentukan gigi, katalisator reaksi-reaksi biologis, mengatur pembekuan darah dan kontraksi otot.

“Untuk mengantarkan menu-menu sehat itu, kami meminta para kader yang bisa naik motor untuk mengantar ke rumah warga,” kata Siti Suhada. Ikhtiar yang dilakukan dengan menu Sule dan Butarsi itu pun terus membuahkan hasil. “Balita dengan stunting nyaris tidak ada,” paparnya.

Dewi (40) warga Tugu Selatan, Koja memaparkan, Sule merupakan menu makanan yang menjadi ikhtiar dirinya agar anaknya bebas dari stunting. “Dibagikan gratis, kadang juga saya membeli jika jatah pembagian sudah habis. Cukup efektif yntuk meningkatkan gizi anak saya,” paparnya.

Kini, putri Dewi sudah berusia tujuh tahun dan mengenyam pendidikan kelas satu sekolah dasar. Seperti halnya Syaiful, Dewi mengaku tak sadar jika buah hatinya mengalami stunting. Dirinya baru tahu kondisi putrinya tak berkembang normal seperti anak sebayanya saat usianya menginjak tahun kedua. “Saya bawa ke dokter dan dinyatakan gizi buruk. Saya tidak tahu istilah stunting,” paparnya.

baca juga: 298 Anak di Kota Lubuklinggau Terdeteksi Stunting

Dewi bersyukur adanya Sekokah Gizi dan produk makanan berbahan lele yang murah dan terjangkau bisa meningkatkan gizi putrinya. “Ikut sekolah gizi membuat saya mengerti apa itu stunting dan bagaimana cara mencegahnya sejak dini,” tuturnya.

Komitmen Turunkan Stunting

Sebagai kota Megapolitan dengan beragam fasilitas modern tak membuat Jakarta bebas dari stunting. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, jumlah balita stunting di Jakarta sekitar 20.000 anak. Yang sudah berhasil diintervensi sejumlah 9.000 anak.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun terus melakukan langkah konkret untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting pada balita. Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat seperti Kemenkes demi mempercepat penanganan stunting.

Upaya yang dilakukan salah satunya pemberian makanan tambahan untuk balita maupun edukasi kepada para orang tua agar memerhatikan gizi bagi ibu hamil dan balita. Lalu, di Posyandu atau dari Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta juga diberikan makanan tambahan. “Gerakan Anak Sehat ini juga dapat menambah kesadaran masyarakat Jakarta terhadap bahaya stunting atau tengkes,” kata Heru di Balai Kota, Selasa (31/10/2023).



Rumah produksi Sule (makanan sehat berbahan dasar ikan lele) di Koja, Jakarta Utara.

Foto: Anton Chrisbiyanto/SINDOnews

Masalah stunting hingga kini mendapatkan perhatian serius pemerintah. Dengan memerangi stunting, berarti menyelamatkan generasi masa depan bangsa. Statistik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 2020 mencatat, lebih dari 149 juta (22%) balita di seluruh dunia mengalami stunting. Sebanyak 6,3 juta balita stunting ada di Indonesia.

Pada 2023, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mencapai target yang telah ditetapkan, salah satunya dimulai dari unit terkecil dalam masyarakat, yakni keluarga.

Menurut UNICEF, stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat, mengingatkan, aksi percepatan penurunan stunting perlu melibatkan stakeholder lainnya di luar instansi pemerintah.

baca juga: Solok Tekan Stunting lewat Peningkatan Kesejahteraan Petani

Stunting pekerjaan besar yang harus diselesaikan tuntas agar Indonesia siap memetik bonus demografi berkualitas tinggi dan dapat menyambut Indonesia Emas 2045. Percepatan penurunan stunting pada Balita adalah program prioritas Pemerintah sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024. Target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14%.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun terus terlibat dalam program percepatan penurunan stunting nasional. Sejak stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah, sejumlah BUMN telah berperan aktif melakukan intervensi kepada sasaran program. Salah satunya PT Pertamina (Persero).

Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN, Edi Eko Cahyono, mengatakan, BUMN memiliki komitmen membantu pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.

“Peran BUMN adalah sebagai agen pencipta nilai dan agen pembangunan. Maka dari itu, kami memastikan diri ikut serta membangun kesejahteraan dan berperan dalam pemerataan hasil pembangunan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang tertuang dalam Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Penurunan Stunting, dalam program nasional ini terdapat kolaborasi multipihak.

Peran masing-masing pihak secara bersama dalam penanganan persoalan gizi anak dalam menurunkan angka stunting itu dimulai dari masyarakat hingga stakeholder terkait lainnya. Hal ini selaras dengan instruksi Menteri BUMN Erick Thohir yang berkomitmen menyukseskan penyaluran program bantuan pangan kepada masyarakat.

Meskipun masih berjibaku dengan masalah stunting, namun DKI Jakarta merupakan provinsi dengan prevalensi balita stunting terendah kedua di Indonesia pada 2022. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Ibu Kota sebesar 14,8% pada tahun lalu.

Dengan demikian, DKI Jakarta mampu memangkas angka balita stunting sebesar 2 poin dari tahun sebelumnya. Pada SSGI 2021, prevalensi balita stunting di provinsi ini mencapai 16,8%. Angka stunting di Jakarta berada di bawah ambang batas yang ditetapkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20%. Ini mengindikasikan bahwa stunting di DKI Jakarta masih tergolong rendah.

PT Pertamina (Persero) sendiri berkomitmen untuk terus aktif menjalankan tanggung jawab sosialnya di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan hingga pemberdayaan masyarakat. Melalui unit operasi PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Jakarta, BUMN migas ini terus mendorong peningkatan gizi balita sebagai penerus masa depan.

baca juga: Tangani Stunting, Kota Semarang Luncurkan Rumah SIGAP
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!