Menggugah Semangat Bangsa, Mahfud MD Bicara soal Geopolitik Soekarno
Selasa, 24 Oktober 2023 - 16:50 WIB
Menurut Mahfud, pemikiran geopolitik Soekarno memiliki relevansi futuristik yang dapat menjadi panduan dalam menyelesaikan berbagai tantangan saat ini. "Konsep tentang bagaimana kita melihat ke masa depan dan menjadikan geopolitik sebagai dasar pemikiran kita sebenarnya dapat ditemukan dalam pemikiran geopolitik Bung Karno," tambahnya.
Secara definisi yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto saat kuliah umum di Universitas Islam Riau pada Jumat (18/8/2023) : Progressive Geopolitical Coexistence adalah konsep dalam bidang geopolitik yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan kerjasama antara negara-negara di dunia. Dalam pandangan geopolitik Soekarno, diplomasi luar negeri dan pertahanan bukanlah alat untuk menyerang atau mengeksploitasi kekayaan alam negara lain, melainkan untuk memastikan bahwa dunia bebas dari penjajahan dan semua negara dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Oleh karena itu, Mahfud menganggap bahwa diskusi tentang gagasan geopolitik Soekarno memiliki kepentingan yang sangat besar, terutama bagi dirinya yang berfokus pada aspek politik. "Sebagai seorang politikus, salah satu hal yang paling penting dalam pembangunan adalah bagaimana kita memperkuat ideologi dan konstitusi kita," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan bahwa seluruh dimensi pemikiran geopolitik Soekarno memiliki esensi yang signifikan dalam membentuk peran Indonesia dalam tataran global.
"Belajar dari geopolitik ini, kita dapat membangun kepemimpinan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pendidikan, olahraga, serta pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bagaimana kita memperkuat diplomasi," ujarnya.
Secara definisi yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto saat kuliah umum di Universitas Islam Riau pada Jumat (18/8/2023) : Progressive Geopolitical Coexistence adalah konsep dalam bidang geopolitik yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian dan kerjasama antara negara-negara di dunia. Dalam pandangan geopolitik Soekarno, diplomasi luar negeri dan pertahanan bukanlah alat untuk menyerang atau mengeksploitasi kekayaan alam negara lain, melainkan untuk memastikan bahwa dunia bebas dari penjajahan dan semua negara dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Oleh karena itu, Mahfud menganggap bahwa diskusi tentang gagasan geopolitik Soekarno memiliki kepentingan yang sangat besar, terutama bagi dirinya yang berfokus pada aspek politik. "Sebagai seorang politikus, salah satu hal yang paling penting dalam pembangunan adalah bagaimana kita memperkuat ideologi dan konstitusi kita," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan bahwa seluruh dimensi pemikiran geopolitik Soekarno memiliki esensi yang signifikan dalam membentuk peran Indonesia dalam tataran global.
"Belajar dari geopolitik ini, kita dapat membangun kepemimpinan Indonesia di berbagai bidang, termasuk pendidikan, olahraga, serta pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bagaimana kita memperkuat diplomasi," ujarnya.
Lihat Juga :