Erick Thohir Berantas Mafia Bola, Polri Tetapkan 6 Tersangka Sebagian Besar Wasit
Kamis, 28 September 2023 - 07:05 WIB
"Satgas Anti Mafia Bola Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi yang terdiri dari para pihak club, para wasit yabg terlibat pada pertandingan, pengawas pertandingan, pihak hotel, pegawai hotel, dan terlibat penyelenggara pertandingan dan Komdis PSSI," terang Asep.
Asep yang juga menjabat sebagai Wakabareskrim itu menjelaskan penangkapan enam tersangka ini berkat peran Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Kapolri Jenderal pol Listyo Sigit Prabowo bekerja sama dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Asep mengatakan operasi pemberantasan mafia sepak bola ini didukung oleh laporan Sportradar Intelegence and Investigation dari FIFA yang disampaikan ke PSSI kemudian diteruskan ke Polri.
"Dengan didukung oleh laporan informasi dari Sportradar dan kuasa dari FIFA, alhasil koordinasi kerja sama dengan PSSI dan dari laporan tersebut perlu kami sampaikan bahwa diketahui terdapat wasit yang terindikasi terlibat dalam prktik matchfixing pada pertandingn Liga 2 antara club X melawan club Y pada November 2018," paparnya.
Asep melanjutkan pihaknya berterima kasih dengan Satgas Anti Mafia Bola yang telah membantu kepolisian dalam melaksanakan instruksi Presiden Jokowi demi terciptanya iklim persepakbolaan Indonesia yang lebih baik.
"Berdasarkan atensi Bapak Presiden, dengan tujuan menciptakan iklim persepakbolaan yang bersih di Indonesia, yang terbebas dari praktik pengaturan skor ataupun match fixing yang dilakukan oleh mafia bola baik pemain ataupun wasit," tandasnya.
Asep yang juga menjabat sebagai Wakabareskrim itu menjelaskan penangkapan enam tersangka ini berkat peran Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Kapolri Jenderal pol Listyo Sigit Prabowo bekerja sama dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Asep mengatakan operasi pemberantasan mafia sepak bola ini didukung oleh laporan Sportradar Intelegence and Investigation dari FIFA yang disampaikan ke PSSI kemudian diteruskan ke Polri.
"Dengan didukung oleh laporan informasi dari Sportradar dan kuasa dari FIFA, alhasil koordinasi kerja sama dengan PSSI dan dari laporan tersebut perlu kami sampaikan bahwa diketahui terdapat wasit yang terindikasi terlibat dalam prktik matchfixing pada pertandingn Liga 2 antara club X melawan club Y pada November 2018," paparnya.
Asep melanjutkan pihaknya berterima kasih dengan Satgas Anti Mafia Bola yang telah membantu kepolisian dalam melaksanakan instruksi Presiden Jokowi demi terciptanya iklim persepakbolaan Indonesia yang lebih baik.
"Berdasarkan atensi Bapak Presiden, dengan tujuan menciptakan iklim persepakbolaan yang bersih di Indonesia, yang terbebas dari praktik pengaturan skor ataupun match fixing yang dilakukan oleh mafia bola baik pemain ataupun wasit," tandasnya.
Lihat Juga :